Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga: Mengutamakan Proses Adat Sebelum Pernikahan

Mahasiswa Unika St. Paulus Ruteng
Sumber :
  • Ejidio Bautista

ViVa Ntt –  Dalam kehidupan masyarakat,pernikahanbukan hanya tentang menyatukan dua individu, tetapi juga menyatukan dua keluarga, dua latar belakang, dan dua kehidupan yang berbeda. Setiap daerah memiliki cara dan nilai tersendiri dalam mempersiapkan sebuah pernikahan, begitu juga dengan masyarakatManggaraidi Flores, Nusa Tenggara Timur. Menurut pendapat saya, ketika sebuah hubungan sudah ke arah yang lebih serius, alangkah baik pasangan tersebut menyelesaikan urusan adat terlebih dahulu sebelum melangsungkan pernikahan.

img_title Pasca Gempa Flores, Melanie Soebono Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

 

Di Manggarai, adat memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Pernikahan bukan hanya menjadi urusan antara laki-laki dan perempuan, tetapi juga melibatkan keluarga besar dari kedua belah pihak. Berbagai proses adat menjadi bentuk penghormatan kepada keluarga, leluhur, dan nilai-nilai budaya yang sudah diwariskan secara turun-temurun. Oleh karena itu, menyelesaikan adat sebelum menikah menurut saya merupakan langkah yang lebih baik agar kehidupan rumah tangga dapat dimulai dengan keadaan yang lebih tenang.

img_title Menpar Buka Festival Golo Koe 2026, Labuan Bajo Kian Bersinar sebagai Destinasi Wisata Religi dan Budaya Kelas Dunia

 

Saat ini, ada sebagian pasangan yang memilih untuk segera menikah setelah menjalani hubungan pacaran dalam waktu yang lama ataupun dalam waktu yang relatif singkat. Keinginan untuk segera membangun rumah tangga tentu merupakan hal yang wajar. Setelah menikah, mungkin mereka akan merasakan kebahagiaan karena akhirnya bisa hidup bersama sebagai pasangan suami istri. Namun, kebahagiaan tersebut terkadang dapat terganggu bila masih ada tanggung jawab adat yang belum terselesaikan.

img_title Realisasi Pajak Kendaraan dan Retribusi Samsat Ruteng Tembus Rp10,6 Miliar per 10 Agustus 2026

 

Dalam budaya Manggarai, proses adat pernikahan memiliki tahapan yang tidak sederhana. Ada banyak hal yang perlu dipersiapkan, termasuk komunikasi antara keluarga, kesepakatan adat, serta berbagai bentuk tanggung jawab yang harus dipenuhi. Ketika semua hal tersebut dilakukan setelah pasangan sudah menikah, hal itu dapat menjadi beban pikiran bagi mereka. Pasangan yang seharusnya fokus membangun kehidupan baru justru masih harus memikirkan urusan adat yang belum selesai.

 

Pihak laki-laki sering kali menjadi pihak yang merasakan tekanan lebih besar dalam situasi seperti ini. Selain tanggung jawab sebagai calon kepala keluarga, ia juga harus mempersiapkan berbagai kebutuhan adat yang membutuhkan biaya. Dalam pandangan sebagian masyarakat, hal tersebut merupakan bagian dari penghormatan terhadap perempuan dan keluarganya, bukan sekadar persoalan materi. Namun, jika proses tersebut belum dipersiapkan dengan baik sebelum pernikahan, maka dapat menjadi tantangan besar bagi pasangan tersebut setelah berumah tangga.

Halaman Selanjutnya
img_title