Gubernur Melki Dorong Sinergi Program JKN dan Pengembangan OVOP di Ngada
- Arrie
Ngada, NTT ViVa–Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menggelar dialog "Sinergi Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional dalam Rangka Universal Health Coverage (UHC)" dengan para camat, lurah, dan kepala desa se-Kabupaten Ngada di Aula Kantor Bupati Ngada pada Selasa, 15 Juli 2025.
Bupati Ngada, Raimundus Bena dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan perdana Gubernur Melki Laka Lena ke Ngada.
Terkait dengan Kepesertaan BPJS di Kabupaten Ngada yang sudah masuk dalam kategori Universal Health Coverage (UHC) Prioritas BPJS, Bupati Raimundus menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT atas dukungan yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Ngada.
"Ngada ini sudah masuk dalam UHC prioritas. Tentu ini atas dukungan dan kerja sama yang baik dari Bapak Gubernur dan pihak BPJS. Ya, walaupun masih ada beberapa catatan. Arahan dan tuntunan terkait hal ini dari Gubernur akan kami tindaklanjuti," jelas Raimundus.
UHC Prioritas BPJS adalah program yang bertujuan untuk memastikan seluruh warga, terutama yang membutuhkan, mendapatkan akses layanan kesehatan tanpa terkendala biaya. Program ini merupakan upaya pemerintah, khususnya BPJS Kesehatan, untuk mempercepat pencapaian cakupan kesehatan semesta (UHC) di suatu daerah.
Gubernur Melki Laka Lena dalam arahannya menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen penuh untuk menyukseskan program Jaminan Kesehatan Nasional ini.
"Kita dorong betul agar semua warga masyarakat dipastikan ikut dalam program BPJS Kesehatan secara paripurna," ungkap Melki.
Ia menggarisbawahi pentingnya pendataan kependudukan yang akurat sebagai syarat mutlak agar seluruh masyarakat dapat menikmati layanan kesehatan tanpa hambatan administratif.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa Melalui OVOP
Selain itu, Gubernur Melki mengingatkan pentingnya pembangunan ekonomi desa melalui pendekatan One Village One Product (OVOP) dengan mendorong minimal lima produk unggulan di setiap desa dan kelurahan di Ngada.
Pendekatan ini diharapkan mampu menggali potensi lokal secara maksimal, meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan masyarakat desa melalui pengembangan produk lokal yang terintegrasi dengan pelatihan kewirausahaan serta akses pasar.
"Melalui OVOP. Kami dorong di NTT seluruhnya untuk masyarakat bisa tingkatkan produktivitas. Satu desa satu produk unggulan. Saya tahu di Ngada ini ada banyak potensi di setiap desa yang bisa dikembangkan," ungkap Melki.