Gubernur NTT Launching Program Perlindungan 100.000 Pekerja Rentan

Launching Perlindungan 100.000 Pekerja Miskin, Miskin Ekstrem, dan Pekerja Rentan di Provinsi NTT yang digelar di Hotel Harper, Fatululi, Kota Kupang, Senin (21/07).
Sumber :
  • Arrie

"Kami tentu berharap agar para Bupati, Wakil Bupati, Sekda, dan para pimpinan DPRD Tingkat II seprovinsi NTT juga bisa bersama-sama gotong royong dalam program ini. Karena sejatinya, ini rakyat kita bersama, yang ada di tingkat dua, di tingkat kecamatan, dan di tingkat desa dan kelurahan di seluruh NTT," ujarnya.

img_title Danone Indonesia Mendukung Kemen PPPA Sinergikan Pemenuhan Gizi serta Pemulihan Trauma Anak Pascagempa NTT

Melki berharap, para pekerja rentan, miskin dan miskin ekstrem mulai terlindungi oleh Jaminan Kematian dan Jaminan Kecelakaan Kerja, dua program BPJS Ketenagakerjaan yang ditanggung Pemerintah Provinsi NTT.

Melki pun menyatakan apresiasinya terhadap Paritrana Award Tingkat Provinsi NTT 2024 sebagai pengakuan atas perlindungan sosial komprehensif yang diberikan.

img_title BGN Terus Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Manggarai Timur

Paritrana Award

Sementara itu, Wawan Burhanudin, Sekretaris tim Penilai Paritrana Award 2024 sekaligus Ketua Panitia, mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut memiliki filosofi yang cukup mendalam. Menurutnya, Paritrana Award merupakan penghargaan dari pemerintah kepada pemerintah daerah, pemerintah desa serta pelaku usaha yang aktif mendukung jaminan sosial ketenagakerjaan demi mewujudkan Universal Coverage Jamsostek.

img_title PDI Perjuangan Bergerak Cepat Bantu Penyintas Gempa Nagekeo

Lebih lanjut, Wawan menyatakan bahwa Paritrana Award merupakan bentuk nyata dari dukungan pemerintah untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang aman dan sejahtera serta menjamin hak-hak dasar pekerja di seluruh Indonesia khususnya di NTT.

Wawan menambahkan bahwa kebijakan yang diambil oleh Melki-Johni, sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, sangat berarti, karena berhasil menghadirkan negara di tengah masyarakat, terutama masyarakat miskin dan rentan.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Pramudya Iriawan Buntoro, menegaskan bahwa peluncuran program perlindungan adalah momentum penting bagi semua yang hadir.

"Kita sama-sama menyaksikan bahwa komitmen tinggi Gubernur NTT dalam konteks memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja di NTT. Hari ini menandai bagaimana kita bisa memberikan perlindungan kepada para pekerja di seluruh Indonesia," ujarnya lebih lanjut.

Pramudya pun turut mengapresiasi langkah nyata Gubernur NTT melalui penerbitan Peraturan Gubernur NTT Nomor 18 Tahun 2025 sebagai bentuk dukungan terhadap perlindungan jamsostek bagi para pekerja di NTT.

Kegiatan ditandai dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada tiga ahli waris penerima manfaat santunan meninggal dunia, pemberian mockup kartu BPJS Ketenagakerjaan dan buku tabungan Bank NTT kepada perwakilan penerima manfaat, serta penandatanganan Pakta Perlindungan Jaminan Sosial kepada 100.000 Pekerja Rentan di NTT Tahun Anggaran 2025 oleh para Kepala Daerah se-NTT.

Halaman Selanjutnya
img_title