Cyntia Wakili NTT Siap Adu Gagasan di Ajang Puteri Indonesia 2026

Crescentia Atniseyla Tegok,
Sumber :
  • Dok. Pribadi

Manggarai, NTT VIVA – Ajang bergengsi Puteri Indonesia 2026 sebentar lagi akan dimulai dengan sesi wawancara tentang data diri dan mengupas materi presentasi advokasi serta isu-isu krusial dari para kontestan yang datang dari seluruh pelosok negeri.

img_title Sumba Timur Berkaca pada Data untuk Benahi Pendidikan Dasar

Crescentia Atniseyla Tegok, pemenang Putri Manggarai 2025, yang biasa dipanggil Cyntia, mendaftarkan diri dan siap adu wawasan mewakili Provinsi NTT dalam ajang tersebut.

Mahasiswa semester satu di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang ini, akan mempresentasikan materi advokasi yang ia susun di hadapan panitia Putri Indonesia di Jakarta pada awal Februari 2026.

img_title Gempa Flores M7,7 Rusak 17 Fasilitas Pendidikan Depag di Manggarai

Untuk menjadi Putri Indonesia, seorang kontestan harus memiliki wawasan yang luas tentang Indonesia serta daerah yang diwakilinya, dan juga memiliki minat khusus di bidang tertentu.

Cyntia melangkah ke ajang kecantikan paling bergengsi di tanah air itu dengan semangat menggebu. Ia akan membawakan materi advokasi yang erat kaitannya dengan jurusan yang ia pilih di Undana: Pendidikan.

img_title Pasca Gempa NTT, 61 Sekolah di Nagekeo dan Ngada Disiapkan untuk Direvitalisasi

Tak hanya itu, Cyntia juga siap berbagi tentang pariwisata, budaya, dan lingkungan. Semua itu menjadi bagian penting dari misinya di kompetisi ini.

"Bersyukur sekali ada pendamping yang hebat dan support system yang kuat membuat saya harus berlomba dengan kapasitas diri dalam tiga hal besar yakni brain, beauty dan behaviour menuju kontestasi yang penuh dengan ketegangan nantinya. Persiapan yang baik ini memboost mental dan rasa percaya diri saya. Mohon doanya ya," ujar Cyntia saat berbincang dengan NTT VIVA, Sabtu, 24 Januari 2026.

Crescentia Atniseyla Tegok

Photo :
  • Dok. Pribadi

Motivasi Mengikuti Puteri Indonesia?

Perempuan berzodiak Aries yang memiliki tinggi badan 175 sentimeter ini memandang ajang kecantikan sebagai sarana mengasah potensi yang dimilikinya agar kelak berkontribusi bagi masyarakat melalui advokasi yang ia usung.

"Kita semua tengah menjalani proses perbaikan diri. Saya berpartisipasi dalam ajang ini (Puteri Indonesia) sebagai bagian dari pengembangan potensi yang saya miliki," katanya, penuh semangat.

Isu pelecehan seksual (sexsual harassment) yang diangkat di panggung Putri Manggarai kemudian dibawa ke level yang lebih luas dalam ajang Puteri Indonesia.

Sekilas ia menerangkan bahwa tren pelecehan seksual yang terus meningkat di NTT selama ini tidak terlepas dari sejumlah faktor, antara lain: minimnya edukasi seksual yang komprehensif, kurangnya literasi dan pengajaran tentang personal space (batasan tubuh) serta lemahnya pencegahan dan tindakan atas kejadian pelecehan seksual yang terus berulang di sekolah, dan menganggap pelecehan secara verbal, teks bahkan fisik menjadi hal biasa. 

Halaman Selanjutnya
img_title