Pendidikan Berkualitas Berdiri di Atas Fondasi Moral
- Sevrin Waja
Nagekeo, NTTVIVA- Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), kualitas pendidikan dinilai tidak cukup diukur dari prestasi akademik semata. Fondasi moral, kejujuran, toleransi, dan semangat melayani sesama tetap menjadi pilar utama dalam membentuk generasi yang mampu menjawab tantangan zaman.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, saat menghadiri Perayaan Syukur Intan ke-75 SMPS Katolik Kotagoa Boawae yang berlangsung di halaman sekolah tersebut, Kecamatan Boawae, Senin (3/8/2026).
Dalam sambutannya, Simplisius menyampaikan apresiasi atas perjalanan panjang SMPS Katolik Kotagoa yang selama 75 tahun telah berkontribusi mencerdaskan masyarakat Boawae dan Kabupaten Nagekeo.
Menurutnya, tema "75 Tahun Berkarya, Beriman, Berilmu, dan Berdampak" menjadi refleksi sekaligus arah pembangunan pendidikan di tengah tantangan zaman.
Ia mengatakan sekolah tidak boleh hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang lahirnya karya nyata, kreativitas, serta jiwa kepemimpinan peserta didik yang produktif. "Sekolah diharapkan tidak sekadar menjadi tempat belajar, melainkan ruang lahirnya karya nyata, kreativitas, dan jiwa kepemimpinan peserta didik yang produktif," ujar Simplisius.
Menghadapi era digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI), lanjutnya, sekolah dituntut meningkatkan mutu literasi, numerasi, penguasaan teknologi, serta kemampuan berpikir kritis agar lulusan mampu bersaing di masa depan.
Namun, ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh menggeser nilai-nilai dasar pendidikan.
"Pendidikan berkualitas harus berdiri di atas fondasi moral, kejujuran, toleransi, dan semangat melayani sesama," tegasnya.
Menurut Simplisius, tujuan akhir pendidikan
bukan sekadar menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi melahirkan alumni yang mampu membawa perubahan positif di tengah masyarakat, Gereja, dan negara. "Output utama pendidikan adalah melahirkan alumni yang mampu membawa perubahan positif di tengah masyarakat, Gereja, dan negara," katanya.
Kolaborasi Kunci Kemajuan Pendidikan
Dalam momentum HUT SMPK Kotagoa tersebut, Simplisius juga menekankan bahwa pembangunan sektor pendidikan merupakan tanggung jawab bersama semua pihak.
"Pemerintah, sekolah, Gereja, orang tua, alumni, dan seluruh elemen masyarakat harus terus memperkuat kolaborasi agar kualitas pendidikan di Kabupaten Nagekeo semakin maju" katanya.
Gagasan membangun pendidikan yang berkualitas tidak hanya menjadi perhatian pemerintah daerah. Dukungan serupa juga datang dari DPRD Kabupaten Nagekeo yang menilai kemajuan pendidikan hanya dapat dicapai melalui komitmen dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.