Masa Depan Daerah Ditentukan oleh Kualitas Data

Kepala BPS Kabupaten Nagekeo, Angela Regina Maria Wea
Sumber :
  • Sevrin Waja

Ia bahkan menyinggung peristiwa memalukan yang dilakukan sekelompok peneliti karbitan yang mempresentasikan hasil penelitian paslu di forum Internasional di Kopenhagen, Denmark belum lama ini. Belakangan hasil riset yang dilakukan oleh peneliti palsu itu menggunakan teknologi AI demi bisa plesiran ke luar negeri.

img_title IWAPI Dorong Kebangkitan Ekonomi Pasca Gempa

Angela menekankan perbedaan data antara data yang dapat dihasilkan secara otomatis oleh teknologi dengan Sensus Ekonomi dilakukan melalui wawancara langsung dengan responden serta dilengkapi dokumentasi geotagging sehingga keaslian datanya dapat dipertanggungjawabkan.

"Dengan Sensus Ekonomi, kita datang langsung, wawancara langsung, foto geotagging langsung, tidak digenerate pakai AI. Ini sumbangsih kita yang tak ternilai, karena tentunya apa yang bisa kita sumbangkan untuk desa, kecamatan kita kalau kita tidak memberikan data yang terbaik, yang asli, tak ternilai," katanya.

img_title Alan Samsudin Hibahkan Tanah untuk Hunian Tetap Penyintas Gempa

Pelaksanaan kegiatan pelatihan petugas Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Nagekeo

Photo :
  • Sevrin Waja

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPS Nagekeo juga mengingatkan bahwa meskipun sensus tidak memiliki sampling error, risiko non-sampling error tetap besar apabila pemahaman petugas berbeda-beda. Karena itu, pelatihan menjadi kunci untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kualitas data.

img_title 5.235 Rumah Rusak Akibat Gempa Flores di Manggarai Diusulkan Terima Bantuan, Bupati: Lainnya Menyusul

Ia meminta seluruh peserta menguasai delapan modul pelatihan, memahami Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 yang banyak dijumpai di wilayah tugas masing-masing.

Para petugas juga diminta untuk lebih teliti dalam pencatatan identitas usaha, khususnya Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang kini menjadi penghubung dalam sistem Satu Data Indonesia.

194 Petugas Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Sensus Ekonomi

Pelatihan tersebut diikuti oleh 194 petugas yang dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diikuti 96 petugas, sedangkan gelombang kedua sebanyak 98 petugas. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam delapan kelas yang tersebar di tiga lokasi, yakni empat kelas di Hotel Sinar Kasih, dua kelas di Hotel Pepita, dan dua kelas di Hotel Keluarga Sehat.

Sebanyak empat instruktur dilibatkan dalam pelatihan tersebut, yaitu Ignas Kedang, Putri Daeli, Pretty Angelica, dan Lora Vernita. Selain itu, terdapat empat manajer kelas yang bertugas mendampingi proses pembelajaran, yakni Tini, Onny, Elin, dan Christin.

BPS Nagekeo mengakui tantangan pendataan di lapangan tidak ringan sebab petugas nantinya akan berhadapan dengan berbagai karakter responden serta keterbatasan waktu masyarakat. Oleh karena itu, kemampuan komunikasi menjadi salah satu kunci keberhasilan pendataan.

Halaman Selanjutnya
img_title