PON 2028: SMA Negeri 7 Kupang Kembangkan Kelas Hoki Pertama di NTT, Masih Butuh Dukungan Fasilitas
- Mario Langun
Kupang, VIVA NTT– Di tengah keterbatasan sarana dan minimnya peminat olahraga hoki di Nusa Tenggara Timur (NTT), SMA Negeri 7 Kupang berani mengambil langkah berbeda. Sejak Tahun Ajaran 2025/2026, sekolah ini resmi membuka Kelas Khusus Olahraga Hoki yang hingga saat ini menjadi satu-satunya kelas hoki tingkat SMA di Provinsi NTT.
Kepala SMA Negeri 7 Kota Kupang, Wemvrid Metusalak Boimau, menjelaskan bahwa program tersebut lahir dari gagasan Kepala Bidang Prestasi pada Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT, Frans Sales, yang kemudian dibahas bersama sejumlah pihak, termasuk Kepala Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Flobamorata Kupang.
"Dari diskusi tersebut, kami sepakat menghadirkan pembinaan olahraga hoki secara khusus di SMA Negeri 7 Kupang," ujar Wemvrid, (2/6/2026).
Ia menjelaskan, sebelum kelas khusus dibentuk, pihaknya terlebih dahulu melakukan sosialisasi dan simulasi kepada para siswa. Respons yang ditunjukkan sangat positif sehingga sekolah melanjutkan proses seleksi menggunakan metode dan petunjuk teknis yang biasa diterapkan SKO dalam menjaring atlet-atlet berbakat.
"Dari hasil seleksi yang berlangsung sekitar satu minggu, kami menetapkan 36 siswa sebagai atlet inti hoki dan menempatkan mereka dalam satu kelas khusus olahraga. Selain itu terdapat atlet cadangan yang tetap mengikuti proses belajar di kelas reguler," jelas Wemvrid.
Saat ini para siswa menjalani latihan terpusat di GOR sebanyak dua kali dalam seminggu, yakni setiap Senin dan Rabu pukul 06.00 hingga 07.00 WITA sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Menurut Wemvrid, meski baru berjalan, program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat, komunitas diaspora NTT, hingga KONI NTT.
Bahkan para siswa kini mulai dipersiapkan sebagai bagian dari regenerasi atlet hoki NTT untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, di mana NTT juga akan menjadi tuan rumah.
Ia mengakui, memilih cabang olahraga hoki merupakan tantangan tersendiri. Ketika banyak sekolah lebih memilih cabang olahraga yang telah populer dan memiliki banyak peminat, SMA Negeri 7 Kupang justru memilih membuka ruang bagi siswa untuk berkembang melalui olahraga yang masih jarang digeluti.
"Kami ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengembangkan potensi mereka melalui olahraga yang memiliki prospek besar. Hoki mengajarkan disiplin, kerja sama tim, strategi, kecepatan, dan daya juang yang tinggi," katanya.