Program OSOP, SMA Negeri 3 Kupang Siapkan Kebun Produktif Terpadu Seluas 5.000 M²

Kepala SMA Negeri 3 Kupang, Ishak D. E. Balbesi
Sumber :
  • Mario Langun

Kupang, VIVA NTTSMA Negeri 3 Kupang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program One School One Product (OSOP) NTT melalui pengembangan berbagai produk kreatif hasil karya siswa hingga rencana pembangunan kebun produktif terpadu yang mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

img_title Fortunatus: Kalau Pengawas Pemilu Berhenti Belajar, Demokrasi Bisa Tertinggal

Kepala SMA Negeri 3 Kupang, Ishak D. E. Balbesi, mengatakan bahwa selama ini siswa telah menghasilkan berbagai produk dari mata pelajaran Prakarya, baik produk pangan maupun nonpangan. Berbagai hasil karya tersebut telah dipamerkan dan dipasarkan sebagai bagian dari implementasi program OSOP di lingkungan sekolah.

"Produk-produk yang dihasilkan siswa sudah kami pamerkan dan juga dijual. Ini menjadi bentuk nyata kreativitas dan keterampilan siswa yang terus kami dorong melalui program OSOP," ujar Ishak, (2/6/2026). 

img_title Bupati Manggarai Timur Siapkan Perbup Jam Belajar Anak di Rumah

Selain pengembangan produk siswa, SMA Negeri 3 Kupang saat ini tengah mempersiapkan program unggulan lainnya berupa kebun sekolah yang berada di bagian barat lingkungan sekolah. 

Lahan seluas kurang lebih 5.000 meter persegi itu dirancang menjadi kawasan produktif yang tidak hanya mendukung pembelajaran, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi.

img_title Gerakan GAMAS Ajak Ayah Antar Anak Hari Pertama Sekolah

Menurut Ishak, kawasan tersebut nantinya akan dikembangkan menjadi sentra pertanian hortikultura yang terintegrasi dengan peternakan ayam dan budidaya perikanan.

"Kami ingin menjadikan lahan ini sebagai laboratorium pembelajaran yang produktif. Selain pertanian hortikultura, kami juga merencanakan pengembangan peternakan ayam dan perikanan sehingga siswa dapat belajar langsung dari praktik di lapangan," jelasnya.

Namun, di balik besarnya potensi lahan yang dimiliki, sekolah masih menghadapi satu kendala utama, yakni ketersediaan sumber air untuk mendukung aktivitas pertanian dan peternakan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak sekolah telah berkomunikasi dengan Gubernur NTT. Sebagai tindak lanjut, Gubernur telah mengarahkan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTT untuk melakukan survei titik air di lingkungan SMA Negeri 3 Kupang.

"Kendala terbesar kami saat ini adalah sumber air. Karena itu kami sudah berkomunikasi dengan Bapak Gubernur dan beliau telah mengarahkan Dinas ESDM untuk membantu melakukan survei titik air di lokasi sekolah," kata Ishak.

Meski masih menunggu hasil survei, persiapan lahan terus dilakukan. Pihak sekolah telah menyelesaikan pembuatan bedengan dan saat ini sedang melakukan pembersihan area. Dalam waktu dekat, proses penggalian lubang tanam juga akan segera dimulai.

Halaman Selanjutnya
img_title