OSOP Buka Peluang Usaha bagi Siswa, SMKN 7 Kupang Hasilkan Produk Bernilai Jual hingga Siapkan Literasi Berbasis Buku
- Mario Langun
Kupang, VIVA NTT– Program One School One Product (OSOP) yang digagas Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mendapat apresiasi dari berbagai sekolah.
Bagi SMK Negeri 7 Kupang, program tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengasah keterampilan, berinovasi, sekaligus belajar menjadi wirausaha sejak masih duduk di bangku sekolah.
Kepala SMKN 7 Kupang, Mursalin Ngala, mengatakan OSOP merupakan program yang sangat baik karena selaras dengan visi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT dalam mendorong lahirnya produk unggulan dari setiap sekolah sesuai kompetensi yang dimiliki.
"Harapan kami, kegiatan OSOP benar-benar menyentuh kebutuhan sekolah dan dikembangkan berdasarkan program keahlian yang ada di masing-masing sekolah," ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Menurut Mursalin, SMKN 7 Kupang telah memanfaatkan berbagai kompetensi yang dimiliki untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai jual dan dapat diterima masyarakat.
Melalui Jurusan Teknik Pengelasan dan Teknik Komputer Jaringan (TKJ), siswa berhasil menciptakan berbagai produk kreatif yang telah dipamerkan dalam sejumlah kegiatan, termasuk pada ajang NTT Mart di SMKN 2 Kupang.
Salah satu produk unggulan yang menarik perhatian adalah kursi santai dan meja hasil karya siswa. Produk tersebut bahkan sempat digunakan oleh Menteri Pendidikan bersama Gubernur NTT saat berkunjung ke NTT Mart.
"Ketika Bapak Menteri Pendidikan dan Bapak Gubernur bermain catur di NTT Mart, mereka menggunakan kursi dan meja hasil karya siswa kami. Ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus bukti bahwa produk sekolah mampu bersaing dan digunakan secara nyata," kata Mursalin.
Selain itu, pada jurusan TKJ menghasilkan berbagai produk kreatif seperti cetak foto pada gelas, termos, botol minum hingga kaos yang memiliki nilai ekonomi dan diminati masyarakat.
Tak hanya itu, kompetensi Nautika Kapal Penangkap Ikan juga dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah. Hasil tangkapan ikan tidak hanya dipelajari dari sisi penangkapan, tetapi juga diolah menjadi produk siap jual seperti abon dan dendeng ikan.
Mursalin menilai, kekuatan utama OSOP terletak pada proses pembelajaran yang mengajarkan siswa memahami dunia usaha secara langsung. Siswa tidak hanya membuat produk, tetapi juga belajar menyusun perencanaan, menghitung biaya produksi, menentukan harga jual hingga memperoleh keuntungan.