Semarak di Gunting Pita, Pembeli NTT Mart Nagekeo Masih Hitungan Jari

Gerai NTT Mart Dekranasda Nagekeo
Sumber :
  • Sevrin Waja

Nagekeo, NTTVIVA- Gemerlap peresmian NTT Mart Dekranasda Nagekeo yang ditandai dengan seremoni gunting pita oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena pada 26 Januari 2026 ini tak berbanding lurus dengan jumlah pengunjung yang datang berbelanja. 

img_title Fastpay Salurkan Bantuan Logistik ke 67 Titik Pengungsian Pascagempa Flores

Pantauan Viva pada Rabu 24 Juni 2026, pusat perbelanjaan yang berada di Kantor Dinas Koperindag dan UMKM Kabupaten Nagekeo tersebut tampak sepi. Hampir seharian Viva wartawan berada di sana tak ataupun pembeli yang datang membeli produk.

Menurut informasi pengelola, sejak resmi dibuka beberapa waktu lalu, jumlah pembeli yang datang baru mencapai puluhan orang. "Baru yang datang ini orang yang sama saja, paling ASN di Koperindag" beber salah seorang pengelola Geray Dekranasda.

img_title Menyusuri Tenda Pengungsian, Kader Golkar Nagekeo Bawa Bantuan Robby Tulus

Menurut pengelola, sebagian besar pembeli yang datang selama ini justru berasal dari lingkungan internal Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Nagekeo. 

Begitupun juga transaksi yang terjadi secara keseluruhan yang mana didominasi oleh aparatur sipil negara (ASN) yang berkantor di lokasi tersebut sementara kunjungan masyarakat umum maupun wisatawan masih tergolong minim. 

img_title Sama-sama Terdampak Gempa, Warga Ladolima dan 1.583 Pengungsi Selalejo Menanti Bantuan

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan NTT Mart belum sepenuhnya dikenal atau menjadi tujuan belanja masyarakat luas.

Di balik etalase yang tertata rapi, NTT Mart Dekranasda Nagekeo saat ini menampung produk dari 36 pelaku UMKM dengan total lebih dari 142 jenis produk yang dipasarkan. 

Data pengelola menunjukkan, sektor kuliner mendominasi dengan 29 pelaku UMKM yang memasok 914 produk. Sementara itu, sektor kriya diwakili satu pelaku usaha dengan 37 produk.

Sedangkan sektor fashion tiga pelaku usaha dengan 42 produk, pengolahan kelapa dua pelaku usaha dengan 54 produk, dan pengolahan kemiri satu pelaku usaha dengan 25 produk.

Di sejumlah sudut ruangan, enam rak etalase terlihat kosong tanpa satu pun produk yang dipajang. Rak-rak yang seharusnya menjadi ruang promosi bagi hasil karya dan produk unggulan UMKM itu hanya menyisakan ruang kosong, menambah kesan sepi di tengah minimnya aktivitas jual beli yang terjadi di NTT Mart.

Meski pilihan produk cukup beragam, jumlah pengunjung yang melakukan pembelian dalam sebulan terakhir tercatat baru mencapai puluhan orang. 

Halaman Selanjutnya
img_title