Warga Manggarai Timur Terima Beras Busuk Program Bantuan Pangan, Timbangan pun Disunat
- Rosis Adir
Manggarai Timur, ViVa NTT— Beras bantuan pangan yang disalurkan kepada ribuan keluarga penerima manfaat di Kabupaten Manggarai Timur dikeluhkan busuk dan diduga tidak sesuai dengan berat bersih yang tercantum pada kemasan, yakni 10 kilogram per karung.
Keluhan itu muncul di tengah pelaksanaan Program Bantuan Pangan 2026, program pemerintah pusat yang dijalankan melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dengan Perum Bulog sebagai penyalur.
Pada penyaluran alokasi Februari dan Maret 2026, pemerintah menargetkan sekitar 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia, dengan masing-masing penerima memperoleh 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan yang disalurkan sekaligus untuk dua bulan.
Di Kabupaten Manggarai Timur, bantuan tersebut diterima oleh 5.739 Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang tersebar di 12 kecamatan.
Kemasan beras bantuan pangan
- Rosis Adir
Beras Busuk dan Timbangan Tak Sesuai
Salah satu penerima, ES, ibu rumah tangga di Desa Ngampang Mas, Kecamatan Borong, mengatakan dua karung beras yang diterimanya mengeluarkan bau tidak sedap. Menurut ES, sebagian beras itu terpaksa dicampur dengan beras lain agar tetap bisa dimasak dan dikonsumsi keluarganya. Ia juga menyebut berat beras yang diterimanya tidak sesuai dengan yang tercantum pada kemasan.
ViVa NTT menyaksikan langsung penimbangan salah satu karung beras bantuan milik ES menggunakan timbangan duduk. Hasil penimbangan menunjukkan berat beras 8,6 kilogram, atau kurang 1,4 kilogram dari berat bersih 10 kilogram yang tercantum pada kemasan.
Keluhan serupa disampaikan JE, penerima bantuan di Desa Gunung Baru, Kecamatan Kota Komba Utara. "Berasnya bau," kata JE.
JE mengatakan setiap karung bantuan bertuliskan berat bersih 10 kilogram. Namun, setelah ditimbang, isi beras di dalamnya hanya sekitar delapan hingga sembilan kilogram.
"Di karung tulis 10 kg. Setelah ditimbang hanya 8 sampai 9 kilogram," ujarnya.
Secara visual, beras tampak berwarna putih kekuningan dengan sejumlah butiran patah dan beberapa benda asing berwarna gelap di antara butiran beras. Saat karung dibuka, ViVa NTT juga mencium aroma menyengat yang menyerupai bau beras yang telah disimpan dalam waktu lama.
JE juga mengatakan ia menerima undangan penerimaan beras bantuan pangan pada 17 Juni 2026, atau lima hari sebelum penyaluran di Kantor Desa Gunung Baru pada 22 Juni 2026. Padahal, dalam salinan Surat Undangan Penerima Bantuan Pangan tertanggal 17 April 2026 yang diterbitkan Perum Bulog, JE diundang mengambil bantuan pada Sabtu, 9 Mei 2026.