Pembacokan di Waingapu, Satu Tewas akibat Cekcok Gegara Mangga
- iStock
Sumba Timur, VIVA NTT–Sebuah insiden pembacokan menggunakan senjata tajam jenis parang terjadi di Jalan Palapa, Kelurahan Matawai, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Kamis (18/6/2026) dini hari. Peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 01.40 WITA itu menyebabkan satu orang meninggal dunia dan tiga warga lainnya mengalami luka berat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari catatan kepolisian setempat, insiden bermula dari persoalan sepele yang kemudian memicu kemarahan sejumlah warga hingga berujung pada aksi kekerasan bersenjata tajam.
Kronologi, Bermula dari Cekcok Gegara Mangga
Berdasarkan kronologi yang termuat dalam laporam Sat Intelkam Polres Sumba Timur, kejadian disebut berawal sekitar pukul 01.00 WITA, ketika beberapa pemuda yang baru saja minum minuman keras di sebuah kamar kos mengambil mangga milik warga di seberang jalan dengan cara melemparinya menggunakan batu. Pemilik pohon mangga yang mendengar suara lemparan keluar rumah dan mendapati salah satu pemuda sedang memegang buah mangga.
Tegur-menegur sempat terjadi, namun suasana memanas setelah pemuda tersebut ditampar oleh sejumlah orang yang datang membantu pemilik mangga. Salah seorang rekannya yang mencoba melerai dan meminta agar temannya tidak dipukul justru dimaki, sehingga memicu cekcok lebih lanjut antara kedua kelompok.
Situasi sempat mereda, tetapi kembali tersulut ketika salah seorang dari kelompok pemuda berteriak dengan kata-kata kasar sembari membawa parang keluar dari kamar kos. Pemilik kos yang terbangun karena keributan berupaya menenangkan suasana, namun ia justru turut menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah orang.
Tidak terima diserang, pemilik kos kemudian mengambil parang dari dalam kamarnya dan mengayunkannya ke arah salah seorang yang berada di depan kos, mengenai bagian leher hingga korban terjatuh. Insiden tersebut memicu aksi serupa dari rekannya yang turut mengayunkan parang secara membabi buta, sehingga menambah jumlah korban luka.
"Akibat peristiwa tersebut, satu korban dilaporkan meninggal dunia di lokasi, sementara tiga korban lainnya mengalami luka akibat sabetan benda tajam dan benda tumpul di beberapa bagian tubuh," tulis pihak kepolisian.