Gempa M5,0 Guncang Waikabubak Sumba Barat, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
- BMKG
Sumba Barat, VIVA NTT–Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu, 17 Juni 2026, sekitar pukul 10.44 WIB atau 11.44 WITA. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Gempa ini bukan satu-satunya yang mengguncang Sumba Barat pada Senin siang. Sebelumnya, BMKG NTT juga mencatat gempa magnitudo 3,6 pada pukul 08.08 WIB dan magnitudo 4 pada pukul 09.08 WIB di wilayah yang sama. Gempa pukul 10.44 WIB tercatat sebagai yang terkuat dari rangkaian tersebut dan paling banyak dirasakan warga.
Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 9,57 derajat Lintang Selatan dan 119,44 derajat Bujur Timur, atau sekitar 10 kilometer timur laut Waikabubak. Pusat gempa berada di darat pada kedalaman 10 kilometer, sehingga tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di wilayah Sumba.
Wilayah Terdampak dan Skala Guncangan (MMI)
Guncangan dirasakan dengan intensitas yang bervariasi di sejumlah wilayah. Di Loli, intensitas mencapai skala V–VI MMI, sementara Kota Waikabubak, Sumba Barat, dan Tana Righu merasakan guncangan pada skala V MMI. Wilayah Waikabubak dan Waibakul mencatat intensitas IV MMI, Tambolaka III–IV MMI, dan Waingapu II–III MMI.
Vivi Ganggar, salah satu warga Waikabubak, mengaku sempat panik saat guncangan terjadi karena dirasakan cukup kencang. “Kaget sekali, kak, saat gempa karena lumayan kencang. Tapi syukur tidak ada kerusakan di rumah,” ujarnya.
Hingga siang hari, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa ini. Aparat dan pemerintah daerah dilaporkan masih memantau kondisi di wilayah terdampak untuk memastikan situasi tetap aman.
BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami, Belum Ada Gempa Susulan
Hasil pemodelan BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi memicu tsunami. Hingga pukul 13.00 WIB, BMKG juga belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan (aftershock) yang signifikan menyusul kejadian ini.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga diminta hanya mengikuti kabar resmi melalui kanal terverifikasi BMKG, baik melalui situs web, media sosial @infoBMKG, maupun aplikasi Info BMKG.