Camat Lamba Leda Utara Mengundurkan Diri, Memilih Jadi Relawan
- Rosis Adir
Manggarai Timur, NTT ViVa– Agustinus Supratman menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Camat Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, terhitung 23 Agustus 2026.
Agustinus menyampaikan keputusan tersebut melalui video dan keterangan tertulis yang diterima Viva pada Kamis pagi, 27 Agustus 2026.
Ia mengatakan pengunduran dirinya tidak berkaitan dengan tekanan dari pihak mana pun.
"Terhitung tanggal 23 Agustus 2026, saya Agustinus Supratman telah mengundurkan diri sebagai Camat Lamba Leda Utara. Surat pengunduran diri tertanggal 23 Agustus 2026," kata Agustinus.
Ia mengatakan keputusan tersebut merupakan keputusan keluarga.
"Keputusan ini tanpa ada tekanan pihak manapun dan ini murni keputusan keluarga kecil kami," ujarnya.
Agustinus mengakui pengunduran diri di tengah situasi penanganan bencana gempa bukan keputusan yang mudah.
"Memang tidak elok mundur di tengah situasi seperti ini, namun hal ini diambil demi kebaikan bersama dan untuk kepentingan yang lebih besar," katanya.
Sebelumnya, nama Agustinus menjadi sorotan setelah video dirinya terlibat adu mulut dengan seorang petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Posko Logistik Lamba Leda Utara pada Jumat (21/8/2026) viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Agustinus mempersoalkan distribusi bantuan logistik untuk masyarakat terdampak gempa. Ia menilai jumlah bantuan yang tersedia harus dibagi kepada warga di 11 desa dengan jumlah penduduk lebih dari 21 ribu jiwa.
Perselisihan tersebut kemudian mendapat klarifikasi dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur. Pemkab menyatakan persoalan itu berkaitan dengan komunikasi dan koordinasi di lapangan yang belum berjalan optimal.
Wakil Bupati Manggarai Timur Tarsisius Syukur juga membantah adanya tekanan dari petugas BNPB terhadap Agustinus untuk menandatangani berita acara penerimaan bantuan. Berdasarkan penelusuran Pemkab, tidak ditemukan adanya pemaksaan oleh petugas BNPB.
Perselisihan Agustinus dengan petugas BNPB tersebut kemudian berakhir damai. Agustinus menyampaikan permohonan maaf kepada petugas BNPB, jajaran BNPB, dan pimpinan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur.
Dalam pernyataan terbarunya, Agustinus kembali meminta seluruh pihak tidak memperkeruh situasi dan menghormati proses pemerintahan yang sedang berjalan.
Ia mengatakan setelah tidak lagi menjabat sebagai camat, dirinya memilih tetap terlibat dalam penanganan bencana sebagai relawan.