Hangatnya Bulan Suci Ramadan di Kota Dingin
- Emanuel Suryadi
Manggarai, NTT VIVA– Di balik hawa dingin Kota Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur, kehidupan beragamanya diselimuti kehangatan toleransi yang kuat.
Meskipun mayoritas warganya beragama Katolik, bulan Ramadan di kota yang berada di jantung Pulau Flores itu tetap menjadi momen istimewa yang memperkuat ikatan persaudaraan.
Ramadan penuh makna
Suasana sore di Masjid Agung Baiturrahman dan Masjid Jihadul Ukhro menjadi lebih ramai dengan kehadiran para pedagang takjil yang dengan ramahnya menjajakan aneka makanan khas Ramadan, seperti kolak pisang, bubur kacang hijau, es buah dan jajanan lezat lainnya.
Di jalanan tampak pula pihak kepolisian dan TNI sibuk mengatur lalu lintas dan mengarahkan kendaraan para pemburu takjil untuk diparkir pada tempatnya.
Menariknya, para pembeli takjil tidak hanya dari kalangan muslim, tetapi juga dari non-Muslim yang tak cuma membeli takjil tapi ingin merasakan ngabuburit bersama.
Setiap kali Bulan Suci Ramadan tiba, Kota Ruteng memang selalu lebih berwarna. Tentu bukan saja tentang berburu takjil dan ngabuburit yang asyik tetapi juga tentang salat yang khusyuk.
Suara Imam Masjid terdengar sangat sejuk dalam pengeras suara. Pesan-pesan keharmonisan selalu menghiasi setiap nada ceramahnya.
Masjid Baiturrahman Ruteng
- Emanuel Suryadi
Melakoni berbagai agenda
Ketua Pengurus Takmir Masjid Agung Baiturahman, H. Rusul, mengatakan bahwa dalam menyambut Ramadan 1446 Hijriah, telah direncanakan berbagai agenda kegiatan.
“Selama ini kami sudah mengagendakan berbagai kegiatan-kegiatan peribadatan kita dalam rangka menyambut suasana Ramadan 1446 Hijriah. Mulai dari awal pembukaan Ramadan, kami telah mengadakan kegiatan yang bernuansa budaya dan ibadah yaitu ada kirab. Kebetulan bekerja sama dengan pengurus GP Ansor Kabupaten Manggarai,” ujar H. Rusul ditemui, Selasa, 18 Maret 2025 malam.
Selain kirab, kata H. Rusul, akan ada beberapa kegiatan peribadatan lain yang dilaksanakan, seperti Salat Tarawih berjemaah, Tadaruz, Buka puasa bersama, Nuzulul Quran, Khatam Alquraan dan juga takbir keliling.
“Kita juga melaksanakan kegiatan Tadaruz seusai Salat Tarawih secara berjemaah. Kegiatan peribadatan yang lain juga dalam bentuk buka puasa bersama. Jadi kita mengharapkan jemaat untuk memberikan sedekah takjil. Juga ada kegiatan umat menunaikan zakat yang dikoordinir oleh Baznas. Mereka melaksanakan tugas untuk menghimpun dana umat dalam bentuk Zakat Fitrah, Infaq dan sedekah, baik di Masjid maupun di komunitas instansi pemerintah dan tempat lainnya,” urai Rusul.