Mantan Bupati TTU Tewas dalam Insiden Kapal Tenggelam Saat Mancing
- Polri
“Bahwa kejadian tersebut terjadi karena perahu sudah di penuhi oleh air yang masuk dari belakang perahu dan memenuhi lambung kapal dan sebelum ada kesepakatan untuk kembali ke Wini pun sudah ada air yang masuk kedalam perahu dan dikuras dengan cara ditimba oleh namun karena perahu semakin oleng karena angin kencang sehingga tidak mampu untuk menguras air yang masuk ke dalam lambung belakang perahu,” jelas Ipda Marcus berdasarkan keterangan saksi yang selamat, Irenius Opat.
Mengutip dari pengakuan Melianus Yori Betay selaku pengemudi perahu yang mengaku air sudah masuk kedalam lambung kapal melalui belakang (tempat mesin) sehingga dengan perlahan perahu mulai berat dan tenggelam.
Upaya pencarian korban dilakukan Tim SAR Gabungan pada Kamis, 27 Maret 2025 jam 06.50 WITA dipimpin Waka Polres TTU Kompol Jimy Oktovianus Noke bersama unit lengkap dari Polres TTU.
Berikut identitas 8 orang di atas perahu tersebut: Korban selamat dengan cara berenang: Kasmir Koa (Nelayan Asal Wini), Irenius Opat ( Supir asal Kefa) serta Melianus Yori Betay (Pelajar / Wini). Sedangkan 3 korban yang ditemukan meninggal dunia, masing-masing: Raymundus Sau Fernandes (mantan bupati TTU), Adrianus Mado asal Kefamenanu serta Andreas Mado, seorang pelajar SD berasal dari Kefamenanu.
Tim SAR saat ini sedang mencari 2 korban yang masih hilang yakni Mus Bani (wiraswasta/Kefamenanu) Boy Bani (anak TK). Jasad eks Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes ditemukan bersama kapal lampara yang digunakan untuk memancing.
Tokoh yang biasa dipanggail Ray tersebut dikenal sebagai pemimpin yang banyak membangun TTU selama 2 periode (2010-2020).