450 Kuda Berderap, Usman Husin Ingin Hus Kuda Cup Dipadukan dengan Pacuan Kuda

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB dapil NTT II, Usman Husin
Sumber :
  • Mario Langun

Rote Ndao, VIVA NTT– Sebanyak 450 ekor kuda memeriahkan Hus Kuda Usman Husin Cup II di Lapangan Ombok, Desa Busalangga Barat, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, Kamis (2/7/2026). Ribuan masyarakat memadati arena untuk menyaksikan tradisi budaya warisan leluhur yang telah menjadi simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat Pulau Rote.

img_title 686 Kuda Berpacu di Bupati Cup Palapang Njara 2026

Melihat antusiasme masyarakat yang terus meningkat, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, berkomitmen menjadikan Hus Kuda sebagai agenda budaya tahunan. Bahkan, ke depan festival tersebut akan dipadukan dengan pacuan kuda agar menjadi atraksi budaya dan olahraga tradisional yang lebih besar serta mampu menarik lebih banyak wisatawan ke Kabupaten Rote Ndao.

"Saya ingin Gerakan Hus Kuda ini terus berkembang. Ke depan kita agendakan menjadi event tahunan dan dipadukan dengan pacuan kuda sehingga menjadi daya tarik budaya yang lebih besar dan semakin mengangkat nama Rote Ndao," ujar Usman.

img_title Tim Buser dan Polsek Haharu Ungkap Kasus Curnak, Tangkap Empat Pria dan Amankan Seekor Kuda

Festival budaya tersebut turut dihadiri Kapolres Rote Ndao AKBP Mardiono, anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, para Maneleo (tokoh adat), kepala desa, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang datang dari berbagai wilayah untuk menyaksikan kemeriahan Hus Kuda.

Suara gong yang menggema, derap ratusan kuda, serta penampilan para Manasaindala dengan busana adat lengkap menciptakan suasana yang semarak. Festival ini bukan sekadar tontonan, melainkan ruang untuk merawat tradisi yang telah diwariskan turun-temurun oleh para leluhur masyarakat Rote.

img_title PON XXII 2028: Gubernur Melki Laka Lena dan Ketua KONI Pusat Tinjau Arena Pacuan Kuda Sumba Barat Daya

Menurut Usman Husin, penyelenggaraan Hus Kuda memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sebuah perlombaan atau pertunjukan. Tradisi ini menjadi sarana memperkenalkan budaya kepada generasi muda agar tidak kehilangan jati diri.

"Ini warisan dari leluhur yang harus terus kita jaga. Kita ingin anak-anak kita tetap mengenal tradisi Hus Kuda dan bangga terhadap budaya daerahnya sendiri," katanya.

Keunikan Hus Kuda juga terlihat dari keterbukaan pesertanya. Siapa pun dapat menjadi penunggang kuda, baik laki-laki maupun perempuan, tanpa dibatasi usia. Syarat utamanya hanyalah mampu mengendalikan kuda dengan baik sehingga tradisi ini menjadi milik seluruh masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title