Petrus Jadur Tewas Terbakar di Kebun tapi Keluarga Tolak Autopsi

Satreskrim Polres Manggarai Timur olah TKP kematian Petrus Jadur
Sumber :
  • Dok. Polres Matim

Manggarai Timur, NTT ViVa–Petrus Jadur (59), ditemukan meninggal dunia dengan luka bakar, Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 14.30 WITA. Kematian Petrus viral setelah diunggah ke media sosial. 

img_title Tragedi KM Feronia: Jessica Masih Hilang, Operasi SAR Masuk Hari Ketiga

Almarhum adalah warga Kampung Kembur, Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong, Manggarai Timur, ditemukan dalam posisi tengkurap pada jalur yang biasa ia lalui menuju kebunnya. Lokasinya persis di sebelah kebun miliknya, tepatnya di bagian bawah lahan yang terbakar. Kebun korban sendiri berada di bawah tebing. Saat ditemukan, api sudah padam.

Penemuan jasad Petrus bermula ketika Aloysius Gonsa (49), petani setempat, melihat kepulan asap dari arah kebunnya di pinggir perbukitan. Ia bergegas dengan membawa jeriken berisi air. Di kebun pertama, ia tidak menemukan api. Ia pun menuruni lereng menuju kebun kedua, memeriksa pohon cokelatnya yang sudah terbakar, lalu menyusuri sisi kebun ke bagian bawah.

img_title 2.029 Huntara Disiapkan untuk Korban Gempa Manggarai Timur, Satu Unit Mulai Dihuni

Dalam perjalanan kembali ke atas, Aloysius melihat tubuh korban dengan luka bakar. Ia mengenali korban dari wajahnya, tanpa menyentuh jenazah. Aloysius lalu memanggil Pilipus Jehamat (57), kakak kandung korban, untuk memastikan kondisinya. Setelah diketahui korban telah meninggal, keluarga lain dikabari dan kejadian dilaporkan ke Polres Manggarai Timur.

Menurut keterangan yang dihimpun polisi, pagi harinya sekitar pukul 08.00 WITA korban masih mengerjakan pembangunan kamar mandi miliknya bersama tetangganya, Bonifasius Gamat (55) sampai pukul 08.30 WITA, lalu Bonifasius pamit pulang.

img_title Ketika Flores Berguncang: Refleksi tentang Luka, Kemanusiaan dan Harapan

Temuan Dokter dan Olah TKP

Pemeriksaan luar dilakukan dokter dr. Dede dari Rumah Sakit Lehong. Ia mencatat luka disertai perdarahan aktif pada hidung serta bentuk tulang hidung yang tidak simetris dan diduga akibat benturan. Luka bakar ditemukan di wajah, dada, kedua lengan bawah, kedua tungkai, dan bagian tubuh lainnya. Luka bakar itu diduga akibat paparan api.

"Dokter belum dapat memastikan penyebab kematian Petrus. Dugaan sementara, korban mengalami kondisi tertentu yang membuatnya terjatuh, wajahnya terbentur batu, lalu tubuhnya terpapar api. Laporan polisi tidak menjelaskan kondisi yang dimaksud," terang Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky Shodri dalam keterangan tertulis, Jumat 23 Oktober 2026.

Halaman Selanjutnya
img_title