Patung-Patung Misterius dari El Salvador: Mengungkap Rahasia Peradaban Kuno Mesoamerika

Boneka Tanah Liat yang Kepalanya Bisa Dilepas
Sumber :
  • Sumber : smithsonianmag.com/ wisata.viva.co.id

NTT ViVa– Benua Amerika masih menyimpan banyak misteri yang menantang untuk diungkap. Di balik keindahan alamnya yang mempesona, terdapat jejak-jejak peradaban kuno yang meninggalkan warisan budaya yang kuat dan misterius. Selain kerajaan besar seperti Maya dan Inca, banyak budaya lain yang kurang dikenal telah menciptakan identitas unik melalui ritual, seni, dan kepercayaan yang menarik.

Berbagi Berkah di Bulan Ramadhan, Injeksi Laptop Kupang Salurkan Laptop Gratis dan Beasiswa

Dengan menggali lebih dalam, kita dapat mengungkap masa lalu yang tersembunyi. Hal ini terbukti dengan penemuan patung-patung tanah liat kuno di El Salvador, yang menampilkan ekspresi yang hidup dan menceritakan kisah yang mendalam, mungkin bahkan menyuarakan para dewa. Patung-patung kuno ini berasal dari lebih 2.400 tahun yang lalu, tepatnya dari periode pra-Columbus.

Penemuan ini merupakan hasil kerja sama tim arkeolog dari Universitas Warsawa. Figur-figur Bolinas yang ditemukan di situs San Isidro memiliki lubang di leher dan kepala, memungkinkan mereka digerakkan dengan tali. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang fungsi sebenarnya dari boneka-boneka ini. Apakah mereka hanya mainan ataukah memiliki makna yang lebih dalam, seperti alat ritual atau ekspresi artistik masyarakat kuno yang pernah menghuni daerah tersebut?

BumDes Maro Karya Pioneer One Village One Product

Meskipun memiliki bentuk yang menyerupai boneka, para peneliti meyakini bahwa figur-figur tersebut digunakan untuk merekonstruksi atau menceritakan kembali kisah-kisah mitologis atau peristiwa penting, sebuah praktik yang umum dijumpai dalam budaya Mesoamerika.

Menurut peneliti Jan Szymański, "Dalam pandangan masyarakat Mesoamerika, merekonstruksi sesuatu berarti menciptakannya kembali. Ketika seorang penguasa memesan patung dirinya, itu seperti menciptakan duplikat dirinya, memperluas kehadirannya." Oleh karena itu, figur-figur dengan ekspresi yang kuat dan mata yang seolah mengikuti Anda ini mungkin memiliki kekuatan simbolis yang sangat signifikan.

6 Cara Menjernihkan Pikiran ala Filsafat Timur

Tiga figur terbesar memiliki ukuran sekitar 30 sentimeter dan dirancang untuk dapat digerakkan, sehingga kepala dapat berputar. Detailnya yang menarik termasuk tato atau bekas luka di wajah. Dua figur lainnya yang lebih kecil, berukuran 10 dan 18 sentimeter, memiliki mulut terbuka seolah-olah ingin berbicara.

Menurut para arkeolog, ketika dilihat dari sudut yang berbeda, figur-figur ini seolah-olah bergerak dan mengubah perspektif, seolah-olah mereka ingin menyampaikan pesan. Selain itu, terdapat lubang kecil di leher dan tengkorak yang diyakini dapat digunakan untuk mengikat atau menggantung figur-figur tersebut.

Situs arkeologi San Isidro, yang masih belum banyak digali, mencakup struktur tanah liat, termasuk sebuah piramida. Patung-patung tersebut ditemukan di puncak piramida, terkubur bersama dalam satu lokasi.

Berdasarkan analisis karbon-14, diyakini bahwa patung-patung ini berasal dari periode antara tahun 410 hingga 380 SM. Penemuan ini menawarkan kejutan besar dengan ditemukannya patung laki-laki pertama dari jenis ini, yang memiliki fitur wajah unik.

Sementara itu, empat patung lainnya adalah perempuan, sehingga para ilmuwan semakin yakin bahwa patung-patung ini memiliki makna simbolis atau naratif yang lebih dalam.

Berbeda dengan negara-negara seperti Kolombia, Meksiko, atau Brasil, El Salvador memiliki catatan sejarah pra-Columbus yang relatif kurang terdokumentasi. Hal ini disebabkan oleh letusan gunung berapi yang telah mengubur banyak situs kuno, serta kepadatan penduduk yang tinggi yang membuat penggalian arkeologi menjadi lebih sulit.

Namun, penemuan-penemuan yang muncul secara berkala mengungkapkan kekayaan budaya yang luar biasa yang dimiliki oleh negara ini. Bagi para arkeolog, penemuan boneka-boneka ini memberikan jawaban penting tentang bagaimana kaum elit pada masa itu berkomunikasi dan mewariskan kepercayaan mereka sebelum adanya sistem tulisan.

Lebih dari itu, penemuan ini merupakan jendela ke masa lalu yang memungkinkan kita memahami, menghargai, dan belajar dari leluhur kita. Budaya-budaya kuno ini memiliki tradisi seni yang unik dan menggunakan seni tersebut untuk menyampaikan keyakinan dan nilai-nilai mereka.