Bawaslu Manggarai dan Nusa Bunga Mandiri Gelar Konsolidasi Demokrasi, Bedah Oligarki hingga Politik Uang

Bawaslu Manggarai dan Nusa Bunga Mandiri gelar konsolidasi demokrasi, bedah oligarki hingga politik uang
Sumber :
  • Dok. Bawaslu Manggarai

Manggarai, VIVA NTT – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar diskusi strategis bertajuk Konsolidasi Demokrasi bersama Lembaga Nusa Bunga Mandiri di Ruteng, Selasa, 12 Mei 2026.

img_title Fortunatus: Kalau Pengawas Pemilu Berhenti Belajar, Demokrasi Bisa Tertinggal

Hal ini menjadi ruang konsolidasi untuk memetakan tantangan demokrasi lokal, mulai dari ancaman oligarki, politik uang, netralitas ASN, hingga degradasi politik gagasan dalam kontestasi elektoral. Isu ini sejalan dengan dinamika pengawasan pemilu NTT secara lebih luas.

Ketua Bawaslu Manggarai, Fortunatus Hamsah Manah, menegaskan bahwa konsolidasi demokrasi merupakan wadah penting untuk memperkuat konsolidasi aktor-aktor pro demokrasi sekaligus ruang pertukaran ide demi memperbaiki praktik demokrasi di tingkat lokal.

img_title Demokrasi Tanpa Suara Terbuang: Mengembalikan Keadilan Konstitusional dalam Sistem Pemilu Indonesia

Menurutnya, Lembaga Nusa Bunga Mandiri merupakan mitra strategis yang telah banyak berkiprah dalam pemberdayaan masyarakat serta riset demokrasi lokal di Kabupaten Manggarai maupun wilayah lain di Nusa Tenggara Timur.

"Fokus utama kita adalah membahas isu politik uang, netralitas ASN, serta ancaman oligarki yang kian nyata dalam kontestasi politik di tingkat lokal," ujar Fortunatus Hamsah Manah.

img_title Pastor Moderator PMKRI Minta Peserta MPA Tak Pilih Calon Main Politik Uang

Anggota Bawaslu Manggarai, Marselina Lorensia, berharap diskusi ini menghasilkan catatan kritis sebagai bahan evaluasi kelembagaan ke depan. Ia juga menyoroti bagaimana praktik budaya dan adat istiadat Manggarai kerap dijadikan alat legitimasi politik dalam kampanye elektoral.

Enam Evaluasi Kritis terhadap Demokrasi Manggarai

Direktur Lembaga Nusa Bunga Mandiri, Kanisius Theobald Deki, menyampaikan enam poin evaluasi mendalam terhadap realitas demokrasi substantif Flores dan Kabupaten Manggarai khususnya.

Pertama, pergeseran makna politik sebagai lapangan pekerjaan bukan pengabdian. Kedua, ancaman oligarki akibat kemiskinan struktural. Ketiga, penyelenggara pemilu wajib memastikan integritas proses. Keempat, netralitas ASN sebagai gerakan bersama. Kelima, kemandirian Bawaslu harus dibuktikan kepada publik. Keenam, keterbukaan penanganan pelanggaran pemilu.

Sekretaris Lembaga Nusa Bunga Mandiri, Antonius Mbukut, menyoroti dominasi uang dan relasi dalam pilkada Manggarai yang semakin meminggirkan generasi muda cerdas. "Idealnya tidak ada seremoni budaya dalam pemilu kita, karena yang dibutuhkan adalah seremoni gagasan," tegasnya.

Langkah Strategis Bawaslu dan Nusa Bunga Mandiri

Sebagai bentuk konkret dari pertemuan tersebut, Bawaslu Manggarai dan Lembaga Nusa Bunga Mandiri menyepakati sejumlah langkah strategis, antara lain:

Halaman Selanjutnya
img_title