Pesta Babi, Negara, dan Masyarakat Adat

Vansianus Masir
Sumber :
  • Dok. Pribadi

Percayalah, di tengah krisis iklim global, kegagalan sistem ekonomi kapitalistik yang eksploitatif, dan meningkatnya polarisasi sosial, masyarakat adat menyimpan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dunia modern tentang tata kelola yang inklusif dan berakar pada nilai kemanusiaan. 

img_title Menyulam Luka Parwati, Menenangkan Bapa Siwa: Panggilan Ganesha di Jantung Lodok

Sistem seperti Awon Atatbon atau Pesta Babi mengajarkan kita bahwa akumulasi kapital di tangan segelintir orang adalah ancaman bagi kebersamaan, dan bahwa kesejahteraan sejati diukur dari seberapa meratanya distribusi kekayaan di dalam sebuah masyarakat.

Kearifan lokal di berbagai wilayah menyadarkan manusia untuk menempatkan diri sebagai bagian tak terpisahkan dari ekosistem. 

img_title FAPE-PS NTT: Bantuan Rp5,6 Juta per Hektare Jadi Jalan Entaskan Kemiskinan lewat Perhutanan Sosial

Tradisi yang diwariskan masyarakat adat soal jaga bumi, hutan larangan, dan sanksi adat bagi perusak lingkungan adalah instrumen konservasi mutakhir yang dapat menyelamatkan generasi mendatang. 

Vansianus Masir merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan di Sekolah Tinggi Masyarakat Desa (STPMD) ‘APMD’ Yogyakarta.

img_title Transfer Pricing, Under Invoicing, dan PT Danantara: Menjaga Kedaulatan Ekonomi Tanpa Membunuh Iklim Usaha