Kasus Pembunuhan Waingapu: Anggota DPR RI Umbu Kabunang Janji Kawal Proses Hukum
- Nona Tari
Sumba Timur, VIVA NTT–Anggota Komisi XIII DPR RI, Umbu Kabunang Rudiyanto Hunga, menjenguk dua korban luka berat dalam insiden pembacokan yang menewaskan satu orang di Kelurahan Matawai, Kecamatan Kota Waingapu, Kamis dini hari, 18 Juni 2026. Kunjungan tersebut berlangsung Jumat, 19 Juni 2026, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umbu Rara Meha, Waingapu.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 01.00 Wita di RT 10/RW 04, Kelurahan Matawai, Kecamatan Kota Waingapu. Insiden tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara dua korban lainnya mengalami luka berat akibat senjata tajam.
Kedua korban yang selamat, yakni Viktor Apriyanto Bere Laka (42) dan Nathan Ju Dida (49), hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Umbu Rara Meha. Pihak kepolisian bergerak cepat dalam menangani kasus ini. Kurang dari 24 jam pascakejadian, empat orang telah diamankan, dan dua di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik.
Umbu Kabunang berkunjung ke RSUD Umbu Rara Meha didampingi Kapolres Sumba Timur, AKBP Gede Harimbawan. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan keprihatinan sekaligus kecaman terhadap tindak kekerasan yang menimpa warga Sumba Timur tersebut.
“Saya selaku anggota DPR RI yang juga putra Sumba, sangat mengecam perbuatan pelaku,” tegas Umbu Kabunang.
Politisi yang juga representasi masyarakat Sumba di parlemen ini turut memberikan apresiasi kepada jajaran Polres Sumba Timur. Menurutnya, kecepatan aparat dalam mengamankan pelaku dalam waktu kurang dari 24 jam patut diapresiasi sebagai bentuk kinerja kepolisian yang responsif terhadap rasa aman masyarakat.
AKBP Gede Harimbawa, dalam konferensi pers penetapan tersangka pembunuhan yang digelar di Mapolres Sumba Timur, Jumat, 19 Juni 2026
- Nona Tari
Desak Penegakan Hukum Berlapis dan Razia Senjata Tajam
Umbu Kabunang menegaskan harapannya agar para pelaku dijerat dengan pasal berlapis dan dijatuhi hukuman setimpal atas perbuatan mereka. Ia menilai langkah hukum yang tegas diperlukan sebagai efek jera sekaligus bentuk keadilan bagi korban dan keluarga.
Selain itu, ia juga mendesak Polres Sumba Timur bersama pemerintah daerah setempat untuk segera melakukan razia senjata tajam di tempat-tempat umum. Langkah preventif ini dinilai penting guna mencegah terulangnya insiden kekerasan serupa di wilayah Sumba Timur.