Bupati Sumba Timur Lepas Kontingen ke MTQ XXXI NTT 2026
- Nona Tari
Sumba Timur, NTT VIVA— Pemerintah Kabupaten Sumba Timur resmi melepas kontingen Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) yang akan berlaga pada MTQ XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ajang dua tahunan ini digelar di Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada 23-28 Juni 2026, dan akan diikuti kafilah dari 22 kabupaten/kota se-NTT. Acara pelepasan kontingen Sumba Timur sendiri berlangsung Kamis, 18 Juni 2026, di Ruang Rapat Bupati Sumba Timur.
Acara pelepasan dipimpin langsung oleh Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah kepada seluruh anggota kontingen dan secara resmi melepas mereka untuk berangkat ke Nagekeo.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Usman, dilanjutkan laporan dari Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Sumba Timur. Setelah sambutan dan pelepasan oleh Bupati, doa bersama dipimpin oleh H. Sulaed. Rangkaian ditutup dengan sesi salam-salaman dan foto bersama antara Bupati, jajaran pemerintah daerah, dan seluruh peserta kontingen.
Mengenal MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTT 2026 di Nagekeo
MTQ tingkat provinsi merupakan jenjang kompetisi setelah seleksi di tingkat kabupaten/kota, dan menjadi pintu bagi peserta terbaik untuk melaju ke MTQ Nasional.
Pada edisi ke-31 ini, Kabupaten Nagekeo dipercaya sebagai tuan rumah, dengan pembukaan yang melibatkan pawai ta'aruf dari seluruh kafilah peserta.
Skala penyelenggaraan yang diikuti 22 kabupaten/kota menjadikan ajang ini salah satu agenda keagamaan dan budaya terbesar di NTT tahun ini, sekaligus sarana pembinaan generasi Qurani di tingkat daerah.
Kontingen Sumba Timur yang diberangkatkan tahun ini berjumlah 30 orang, terdiri dari peserta lomba, pelatih, dan unsur pendamping. Berikut rinciannya:
Peserta lomba: Qori dewasa, Qoriah dewasa, Qori remaja, Qori kanak-kanak, Hafizah 10 juz, Hafizah 5 juz, Fahmil Qur'an (putra-putri), hiasan mushaf (putra-putri), dan kontemporer (putra-putri)
Unsur pendamping dan ofisial: pelatih, ketua dan sekretaris LPTQ, ketua rombongan, wakil ketua, bendahara rombongan, serta pendamping keluarga
Sembilan Cabang Lomba
Setiap cabang menguji kemampuan berbeda terhadap Al-Qur'an: tilawah (Qori/Qoriah) menilai seni baca dan lagu; tahfiz atau hafizah menilai hafalan 5-10 juz; Fahmil Qur'an berbentuk cerdas-cermat beregu seputar isi dan tafsir Al-Qur'an; hiasan mushaf menilai seni kaligrafi dan dekorasi; sementara kategori kontemporer menampilkan kreativitas presentasi tilawah dengan sentuhan modern. Keragaman cabang ini membuat MTQ tidak hanya soal hafalan, tetapi juga seni, ketelitian, dan wawasan keislaman secara menyeluruh.