Literasi dan Rumah Peradaban Menuju Indonesia Emas
- Sevrin Waja
Angela De Merici Bey, S.E., Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan dan Pembudayaan Gemar Membaca pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Nagekeo, mengatakan literasi informasi menjadi kompetensi yang semakin penting di tengah derasnya arus informasi digital.
Karena itu, kemampuan memilih informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan perlu terus diperkuat oleh seluruh elemen masyarakat, terutama para pegiat literasi yang berada di garis depan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
"Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan kemampuan peserta dalam mengenali kebutuhan informasi, menganalisis informasi yang valid, mengkaji sumber informasi yang dapat dipercaya, serta menjadi agen literasi di sekolah dan masyarakat," ujar Marici dalam acara penutupan kegiatan, Rabu, 5 Agustus 2026.
Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi, mulai dari growth mindset, diskusi kelompok, penyusunan rencana aksi, hingga tindak lanjut penerapan literasi informasi di lingkungan masing-masing.
"Selain itu, peserta diharapkan memahami konsep literasi secara komprehensif serta membangun jejaring komunikasi antarpustakawan, guru, dan pegiat literasi," ujarnya.
Indonesia Emas Butuh Aksi
Filsuf Inggris, Francis Bacon, pernah mengatakan, "Knowledge is power" atau "Pengetahuan adalah kekuatan." Gagasan ini menegaskan bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak lahir semata-mata dari kekayaan alam, melainkan dari kemampuan manusianya mengembangkan pengetahuan.
Pengetahuan itulah yang melahirkan daya pikir, inovasi, dan tindakan yang mengubah peradaban. Karena itu, literasi menjadi fondasi penting bagi lahirnya masyarakat yang kritis, cerdas, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Pemateri, Polikarous Do, mengapresiasi antusiasme peserta sejak hari pertama pelatihan. Menurutnya, semangat belajar yang ditunjukkan menjadi modal besar bagi kemajuan gerakan literasi di Kabupaten Nagekeo.
"Manusia perlu belajar sepanjang hayat. Belajar tidak berhenti di ruangan ini. Saya melihat putra-putri Nagekeo sangat haus akan ilmu pengetahuan. Itu merupakan kekayaan yang luar biasa," katanya.
Ia menilai Nagekeo memiliki potensi besar untuk mengembangkan gerakan literasi apabila seluruh pihak bersedia bergandengan tangan.
"Energi literasi harus terus kita nyalakan. Teman-teman adalah garda terdepan yang terus berjuang membangun literasi. Indonesia Emas tidak membutuhkan sekadar narasi, tetapi aksi nyata," tegasnya.