Oknum Penyidik Agustinus Bria Seran Diadukan ke Propam Polda NTT

Petronela Tilis dan saksi Elfrida Manue Kuriun pegang bukti aduan
Petronela Tilis dan saksi Elfrida Manue Kuriun pegang bukti aduan
Sumber :
  • Mario Langun

Setelah  menerima  laporan  atau  pengaduan  tindak  pidana  pengrusakkan,  oknum  penyidik tersebut  tidak  kemudian  melakukan  pemeriksaan  di  tempat  kejadian  perkara.  Hal  ini bertentangan  dengan  perintah  undang-undang  nomor  :  8  tahun  1981  tentang  hukum  acara pidana,  kaitannya  dengan  pasal  8  ayat  1 jo  pasal  75  KUHAP  dimana  hasil  pemeriksaan  di TKP dibuatkan berita acara pemeriksaan.  

Karena pada berita acara tersebut memuat segala sesuatu yang dilihat, dialami atau di dengar. Berita acara yang dibuat di TKP merupakan alat bukti sah  yakni “Surat”. Dan karena tidak dibuatkan berita acara di TKP ini maka sebagai Pelapor, saya merasa dirugikan.

Pasal 406  KUHP  yang  termuat  dalam  LP/B/43/XII/2024/SPKT/Polsek  Noemuti/Polres Timor Tengah Utara/Polda Nusa Tenggara Timur, tanggal 24 Desember 2024 yang menjadi pasal  sangkaan  pengrusakan  diganti  oknum  penyidik  pembantu  tersebut  dengan  sangkaan pasal 407. 

Ini sangat merugikan saya karena pengrusakkan dilakukan Terlapor Blasius Lopis saat  semua  umat  Kristen  termasuk  saya  Pelapor  lagi  mempersiapkan  diri  untuk  mengikuti perayaan  malam  natal.  

Hal  ini  jelas  melanggar  pasal  7  ayat  3  KUHAP  kaitannya  dengan kewajiban mengindahkan norma agama, kesusilaan, kepatutan, kewajaran, kemanusiaan dan adat istiadat yang dijunjung tinggi bangsa Indonesia.Penyampaian soal  sebelumnya  ada  kasus  yang  sama  antara  Pelapor  dan  Terlapor  tidak diikuti dengan tindakan penyidikan yang diperlukan sesuai perintah pasal 106 KUHAP.

Pada hari  Jumat  tanggal  14  Maret  2025,  Saya  dan  saksi  Elfrida  Kuriun  menolak menandatangani  Berita  acara  penyitaan  dan  Berita  acara  pemeriksaan  cepat  tindak  pidana ringan  karena  pada point 2 berita acara penyitaan tertulis surat  perintah penyitaan, nomor  : SP.Sita/01/IV/2024/Polsek  Weliman  tanggal  16  April  2024  dengan  penjelasan  telah menerima  barang  bukti  dari  tersangka  atas  nama  saya  Petronela  Tilis  Alias  Kokleo.  

Bukti surat berita acara terlampir.