Menenun Jalan ke Pasar Digital

Cleofania Woga Nenu penenun asal Kampung Boawae, Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo, NTT sedang asyik menenun Hoba Nage
Sumber :
  • Sevrin Waja

Dengan demikian, perluasan konektivitas dan literasi digital perlu berjalan beriringan. Jaringan membuka akses, sedangkan keterampilan membantu penenun memanfaatkan akses itu untuk memperkenalkan produk, berkomunikasi dengan konsumen, dan mengelola pesanan.

img_title Yohanes Siga: Integritas CPNS Harus Bermuara pada Pelayanan

Membuka Peluang Ekonomi bagi Penenun

Selain konektivitas dan keterampilan digital, kemampuan menyesuaikan produk dengan kebutuhan pembeli turut menentukan keberhasilan pemasaran. Pasar yang lebih luas memberikan peluang, tetapi perajin tetap harus menjaga kualitas dan memahami selera konsumen.

img_title Gubernur NTT Minta Korban Gempa Didata Akurat: Jangan Ada yang Terlewatkan, Dosa Kita

Sekretaris Dekranasda Kabupaten Nagekeo, Sherly Mitang, mengatakan penenun mulai menyesuaikan produk dengan permintaan pasar.

“Penenun semakin rajin membawa produk di showroom Dekranasda, serta mulai berkreasi dengan warna dan motif yang lebih menarik, sesuai permintaan pasar,” ujarnya.

img_title Musisi dan Pemuda Boawae Galang Rp7,9 Juta untuk Korban Gempa

Berdasarkan data Dekranasda yang dihimpun pada 2025, terdapat sekitar 1.200 penenun aktif di Kabupaten Nagekeo. Mereka menjadi bagian penting dari keberlanjutan tenun ikat sekaligus potensi ekonomi daerah yang perlu didukung melalui perluasan pemasaran.

“Kami menyediakan benang berkualitas bagi penenun dan kelompok tenun. Setelah kain selesai, kami membelinya dengan harga standar untuk dipasarkan melalui showroom maupun secara daring,” ungkap Sherly.

Dekranasda Kabupaten Nagekeo membina sekitar 50 kelompok penenun. Pembinaan ini menjadi salah satu modal untuk memperkuat pemasaran, meningkatkan kualitas produk, serta mendorong perajin memanfaatkan teknologi digital secara lebih terarah.

Sherly menjelaskan bahwa pelatihan bagi penenun pernah dilaksanakan pada November 2021 dan Mei 2023, termasuk materi keterampilan usaha. 

"Pendampingan semacam ini penting agar perajin tidak hanya mampu menghasilkan kain, tetapi juga memahami cara menawarkan dan mengembangkan produknya" katanya.

Pegawai Dekranasda Kabupaten Nagekeo menyiapkan desain dan materi publikasi motif tenun untuk dipasarkan melalui kanal digital.

Photo :
  • Sevrin Waja

Peluang ekonomi tenun juga terlihat dari aktivitas perdagangan di Pasar Rabu Kecamatan Boawae. Tercatat, sekitar 75 penenun disebut membawa kain untuk dijual setiap pekan.

"Jika setiap penenun membawa satu kain seharga rata-rata Rp350.000, nilai barang yang ditawarkan dapat mencapai sekitar Rp105 juta dalam sebulan, dengan asumsi kegiatan berlangsung selama empat pekan" urainya.

Angka tersebut merupakan perkiraan nilai kain yang dibawa ke pasar, bukan nilai penjualan aktual atau pendapatan bersih penenun. 

Jumlah kain yang benar-benar terjual, harga transaksi, biaya bahan, serta waktu pengerjaan menentukan penghasilan yang akhirnya diterima.

Halaman Selanjutnya
img_title