DPRD Nagekeo Minta Lembaga Perbankan Ambil Peran Dukung Program MBG
- Sevrin Waja
Nagekeo, NTT ViVa– Wakil Ketua DPRD Nagekeo, NTT, Lukas Y.M.P Boleng, mengajak lembaga perbankan di Kabupaten Nagekeo untuk berperan aktif dalam mendukung Program Makan Bergizi (MBG) yang dijalankan pemerintah. Ia menekankan pentingnya pembiayaan bagi pelaku usaha di sektor pangan untuk kelancaran program ini.
Jhon Boleng, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis memerlukan dana besar, terutama untuk pembangunan infrastruktur seperti dapur, alat masak, dan kendaraan distribusi.
Ia mendorong bank, baik Bank Pembangunan Daerah maupun bank-bank dalam himpunan bank negara (Himbara), untuk melihat ini sebagai peluang meningkatkan ekonomi masyarakat dengan menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) dan menjalin kemitraan dengan pengusaha.
"Bank kan bisa bermitra dengan pelaku UMKM maupun pengusaha untuk bangun dapur MBG kalau disentuh dengan kredit usaha rakyat (KUR) perputaran uang akan meningkat, uang tidak menganggur di Bank," ujar Jhon Boleng saat berbincang-bincang dengan NTT VIVA di kantor DPRD Nagekeo, Kamis 14 Agustus 2025.
Berdasarkan data yang dipaparkan Badan Gizi Nasional (BGN), dalam menyukseskan MBG, Kabupaten Nagekeo sekurang-kurangnya membutuhkan 20 dapur sehingga program ini bisa berjalan. Sayangnya hingga saat ini belum satupun dapur baik itu oleh BGN, TNI Polri maupun Yayasan yang sudah eksis berjalan. Salah satu faktornya adalah kurangnya akses permodalan bagi pengusaha ataupun pelaku usaha untuk membangun dapur umum berikut fasilitas pendukungnya.
Bagi politisi papan atas Partai Nasdem ini, hingga kini belum terlihat kontribusi signifikan dari sektor perbankan maupun industri keuangan dalam mendukung program MBG di Kabupaten Nagekeo. Melihat fenomena ini, DPRD kata Jhon Boleng akan meminta Bupati untuk mendesak perbankan mengambil bagian dalam mendukung program MBG.
"Nanti melalui Bupati kita akan meminta pemerintah memanggil pimpinan Bank untuk membahas ini," ujarnya.
Kebutuhan 20 Dapur MBG
Ia percaya bahwa jika 20 dapur ini beroperasi, dampak positif terhadap ekonomi masyarakat, terutama petani, peternak, dan nelayan, akan sangat terasa. Oleh karena itu, akses permodalan dan KUR bagi pelaku UMKM di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan harus menjadi perhatian serius lembaga perbankan.