Curhat Adriano di Undip Bikin Mentan Amran Datang Langsung ke Alor

Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan) Andi Amran Sulaiman datang ke Alor berkat suara Adriano
Sumber :
  • Yohanes. M

Alor, NTT ViVa– Satu suara mahasiswa asal Alor di kampus jauh di Jawa, ternyata mampu menggerakkan Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk datang langsung ke kampung halaman mahasiswa tersebut.

img_title Universitas Jember Buka Peluang Kerja Sama Kelembagaan dengan Nagekeo

Adalah Adriano, mahasiswa asal Alor yang menempuh pendidikan di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang. Dalam sebuah kesempatan saat Mentan Amran berpidato di kampus tersebut, Adriano menyampaikan aspirasi soal kondisi pertanian di Alor, mulai dari kebutuhan beras, bibit, hingga sarana produksi bagi masyarakat di daerah kepulauan itu.

Aspirasi itu rupanya didengar. Tak lama berselang, Mentan Amran benar-benar datang ke Alor untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus meninjau potensi pertanian di sana.

img_title Gubernur NTT Ajak PMKRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan

“Adriano sudah menuntun Bapak Menteri untuk datang ke Alor,” ujar Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma, yang mendampingi langsung kunjungan Mentan tersebut, Jumat (7/8/2026).

Kemiskinan Alor Masih 18 Persen, Pertanian Jadi Andalan

img_title Lima Tahun Berjalan, Festival Olang Mangsari Makin Kuat Dongkrak Ekonomi Pulau Pura

Kunjungan Mentan Amran ke Alor bukan sekadar seremonial. Kabupaten di ujung timur NTT ini masih bergulat dengan angka kemiskinan sekitar 18 persen. Jauh di atas rata-rata nasional.

Amran menegaskan, pertanian adalah jalan tercepat untuk mengubah nasib masyarakat Alor.

“Solusi tercepat adalah pertanian. Karena itu kita harus mengirimkan benih yang kompetitif,” tegas Amran saat meninjau lokasi pembibitan kakao di Alor.

Ia menargetkan angka kemiskinan Alor bisa ditekan hingga di bawah 10 persen, bahkan idealnya mencapai 5 persen.

“Target kita kemiskinan di bawah 10 persen. Kalau bisa sampai 5 persen,” ujarnya.

Ribuan Bibit dan Belasan Traktor Mengalir ke Alor

Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Kementerian Pertanian mengucurkan bantuan dalam jumlah besar untuk masyarakat Alor:

1.000 bibit kelapa

1.000 bibit jambu mete

500 bibit kakao

5 unit traktor (sudah diterima) + tambahan 10 unit traktor roda dua

10 unit pompa air (sudah diterima) + tambahan 10 unit lagi

Pemerintah juga akan mendorong perluasan lahan padi 1.000–2.000 hektare, penambahan area jagung sekitar 1.000 hektare dari luas eksisting 2.500 hektare, serta pengembangan 10.000 tanaman jambu mete.

Masalah Air Jadi Ganjalan Utama

Di balik potensi besar itu, petani Alor masih menghadapi satu masalah klasik: air. Sejumlah bendungan dan jaringan irigasi rusak akibat badai Seroja beberapa tahun lalu, sementara musim kemarau membuat sumber air kian terbatas.

Halaman Selanjutnya
img_title