Suara Gemuruh di Zona Gempa Flores, Begini Kata Ahli
- Dok. Warga
Manggarai Timur, NTT ViVa–Suara gemuruh yang terdengar di sejumlah wilayah pesisir utara Flores setelah gempa bumi magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026, sempat membuat warga khawatir.
Namun, ahli kebencanaan mengatakan suara tersebut merupakan fenomena yang dapat berkaitan dengan aktivitas seismik dan bukan tanda pasti akan terjadi gempa besar.
Daryono Perwira Sakti, anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), menjelaskan gemuruh di zona gempa pada dasarnya merupakan suara berfrekuensi rendah yang dapat terdengar atau terasa seperti dentuman, deru, atau suara benda berat bergemuruh.
Dalam ilmu seismologi, kata dia, fenomena itu dapat berkaitan dengan gelombang seismik yang merambat melalui batuan dan kemudian menimbulkan getaran pada permukaan tanah, bangunan maupun benda-benda di sekitarnya.
Sebagian energi getaran tersebut, lanjutnya, dapat berubah menjadi gelombang akustik di udara sehingga terdengar oleh manusia sebagai suara gemuruh.
“Fenomena semacam ini dapat muncul sebelum, saat maupun setelah gempa,” katanya seperti dikutip dari akun facebook pribadinya.
Tetapi Daryono menegaskan suara gemuruh tidak dapat digunakan untuk memprediksi gempa besar.
“Mendengar gemuruh tidak berarti secara ilmiah bahwa gempa besar akan terjadi,” katanya.
Mengapa gemuruh bisa terdengar?
Ia menjelaskan, ketika patahan batuan mengalami ruptur atau rekahan, energi dilepaskan dalam bentuk gelombang seismik, termasuk gelombang P, S dan gelombang permukaan.
Gelombang P datang lebih dahulu karena bergerak dengan kecepatan lebih tinggi. Gelombang ini bersifat kompresional atau menekan.
Dalam kondisi tertentu, kata dia, gelombang P dapat menghasilkan getaran kecil atau suara seperti gemuruh sebelum guncangan utama yang lebih kuat dirasakan.
Namun dalam banyak kejadian, suara gemuruh justru muncul bersamaan dengan guncangan.
Hal ini terjadi karena sumber suara dapat berasal dari interaksi gelombang seismik dengan permukaan dan lingkungan sekitar.
Gelombang seismik dan gelombang suara di udara merupakan dua hal yang berbeda. Meski demikian, getaran tanah dapat membuat bangunan, atap, jendela, pepohonan maupun permukaan tanah ikut bergetar dan menghasilkan suara.
Gempa dangkal juga cenderung lebih mudah menghasilkan efek akustik yang kuat karena sumber energinya relatif dekat dengan permukaan.