Oriza Sativa Primajaya Sebut BrantasTic Selaras dengan Program Wali Kota, OPD Jangan Ragu
- Mikael Risdiyanto
“Seiring berjalannya waktu yang lebih dominan dan bagus memang BrantasTic karena dari segi peminat dan tempatnya sangat mendukung yakni di Taman Brantas. Apalagi durasi pertunjukan tidak terlalu lama, habis Isya sampai jam 22.00 WIB sudah selesai. Memang waktu pertunjukan BrantasTic terlalu pendek, maka penghasilan UMKM tidak maksimal. Untuk Pagelaran BrantasTic bergantian dengan Joyfest setiap dua minggu sekali,” sambung Oriza.
Lanjut diceritakan, “Mungkin karena talent semakin berkurang karena mungkin dari segi anggaran sponsor sehingga pada Bulan Oktober 2024 ajang pertunjukan seni dan budaya di bibir Sungai Brantas tersebut off hingga akhir tahun, sekitar 3 bulan vakum. Setelah itu saya dipanggil ke rumah dinas oleh Pak Mulyadi untuk evaluasi.”
“Kebetulan waktu itu saya hanya pegang ranah UMKM karena basic saya usaha kopi, dalam kesempatan itu saya bahwa BrantisTic yang sebelumnya identik dengan musik, bagaimana kalau dirubah konsepnya? kita bikin creative space saja yang artinya semua penggiat seni punya hak yang sama untuk tampil di BrantasTic,” ujarnya.
Menurut Oriza langkah yang paling sederhana adalah mengumpulkan teman-teman komunitas seperti Komunitas Reptil, Beatbox, Musisi, Dance, Cosplay.
“Mengawali konsep baru ini jujur kita tidak ada sponsor, akhirnya disupport dana pribadi dari pak Mulyadi. Selanjutnya untuk sementara jika dana dari sponsor kurang, saya selalu minta support beliau secara pribadi. Saya memang tidak berani meminta ke dinas, karena sejak awal kita ingin penyelenggaranya swasta dan tidak ingin membebani dinas. Karena selama ini setahu saya dinas itu hanya memfasilitasi tempat,” jelasnya.
Ia menambahkan, “Mungkin pihak dinas terkait mulai melirik, karena omzet parkir di Taman Brantas meningkat karena pengunjung membludak sampai GNI hingga Kantor Pos. Akhirnya saya memberanikan diri minta support dalam bentuk uang berupa sound system dan lighting dari DLHKP untuk 5 kali pagelaran (2,5 bulan). Karena itu anggaran paling besar setelah konsumsi untuk penyelenggaran ajang BrantasTic."
"Lalu ada beberapa dinas menawarkan support, itupun karena faktor pertemanan bukan karena saya minta-minta," sambungnya.