Wabah ASF Kembali Melanda Nagekeo, Ribuan Ternak Babi Mati
- Sevrin Waja
Menurut Clementina, penyakit hewan ASF sampai hari ini belum ada obatnya. Oleh sebab itu, yang bisa dilakukan pemilik ternak hanyalah menjaga sanitasi kandang dengan baik, memperhatikan pakan, guna menekan laju penyebaran ASF.
"Pemilik babi bisa mengatasi ASF dengan bio security, kebersihan kandang menggunakan desinfektan, kebersihan pakan, menutup kandang dengan jarin hingga membatasi orang yang keluar masuk kandang," saran Clementina.
Jumlah kematian babi di Nagekeo berpotensi akan terus bertambah seiring berjalannya waktu manakala masyarakat tidak patuh akan himbauan Dinas Peternakan baik itu sanitasi kandang maupun mobilisasi ternak antar wilayah.
"Imbauan kepada masyarakat pemilik ternak babi, ketika babi sudah mati maka harus segera dikubur jangan sampai dibuang di sembarang tempat karena vektor virus ini adalah lalat” harapnya.
Ekonomi Masyarakat Lumpuh
Masyarakat Kabupaten Nagekeo umumnya berprofesi sebagai petani dan peternak. Babi merupakan bagian penting dalam hidup masyarakat Nagekeo. Ternak babi adalah salah satu penopang ekonomi masyarakat.
Kembali mewabahnya virus ASF ini membuat masyarakat resah sebab, akibat banyak ternak babi yang mati mendadak, ekonomi masyarakat menjadi tergganggu, kerugian finansial yang dialami mencapai puluhan juta rupiah.