Wabah ASF Kembali Melanda Nagekeo, Ribuan Ternak Babi Mati

Bangkai babi di Desa Odaute, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo mati akibat ASF.
Sumber :
  • Sevrin Waja

”Sampai saat ini sudah 40 ekor babi milik masyarakat yang mati mendadak. Diduga matinya babi karena serangan virus ASF. Kondisi ini terjadi sejak satu bulan terakhir ”ungkap Kepala Desa Odaute, Kecamatan Nangaroro, Ignasius Dita.

Pria Lansia di Ruteng Ditemukan Gantung Diri di Kamar

Akibat masifnya penyebaran virus ASF di wilayah Desa Odaute dan sekitarnya, Pemerintah Desa menghimbau masyarakat agar tidak membuang sembarangan bangkai babi serta melarang warga membeli atau membawa ternak babi dari luar daerah.

"Kami berharap Dinas Peternakan memberi dukungan untuk mengatasi masalah kematian babi milik masyarakat. Dampak dari kematian babi ini masyarakat mengalami kerugian hinggan puluhan juta rupiah" ujarnya.

Perketat Mobilisasi Ternak

10 Destinasi Wisata Wajib di Nusa Tenggara Timur yang Harus Kamu Kunjungi

Anggota DPRD Nagekeo Odorikus Goa menyarankan agar mobilisasi jual beli ternak antar Kecamatan maupun antar Kabupaten diperketat. Berkaitan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui dinas peternakan soal pembatasan jual beli ternak babi, harus tetap dijalankan dengan memperketat penjagaan.

"Dinas Peternakan diharapkan segera melakukan pemetaan terhadap wilayah yang sudah terserang ASF maupun yang belum, sehingga mobilisasi ternak ini bisa dipantau secara baik oleh petugas-petugas di lapangan" saran Odorikus.

Jejak Jepang di Nagekeo: Bunker-Bunker Peninggalan Perang Dunia II yang Terlupakan

Selain pemetaan wilayah, Pemerintah juga diminta untuk menetapkan lokasi pasar yang boleh dilakukan jual beli ternak babi dan pasar mana yang dilarang.

Halaman Selanjutnya
img_title