Jejak Jepang di Nagekeo: Bunker-Bunker Peninggalan Perang Dunia II yang Terlupakan

Bungker peninggalan Jepang di Bukit Rane, Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT.
Sumber :
  • Sevrin Waja

Rumor yang beredar di masyarakat bahwa sebelum tentara Jepang meninggalkan Flores, tentara Jepang menguburkan semua peralatan perang mereka mulai dari mobil, persenjataan, granat hingga bom di wilayah sekitar bukit, kemudian dilapisi beton di Bukit Oki Wajo yang berjarak kurang lebih 3 kilometer dari jalan Mbay-Maumere.

Berbagi Berkah di Bulan Ramadhan, Injeksi Laptop Kupang Salurkan Laptop Gratis dan Beasiswa

Selama pendudukan Jepang di Indonesia antara tahun 1942 hingga 1945, Nagekeo khususnya wilayah Utara menjadi salah satu lokasi strategis bagi militer Jepang.

Kapten Tasuku Sato seorang panglima perang Angkatan Laut Kekaisaran Jepang dalam bukunya berjudul Aku Terkenang Flores (I Remember Flores) mengisahkan tentara Jepang mulai masuk wilayah Flores tahun 1943.

BumDes Maro Karya Pioneer One Village One Product

Meski menuai kritik karena Tasuku Sato tidak menggambarkan potret kekejaman mereka terhadap rakyat Indonesia saat itu, buku I Remember Flores setebal 224 menarik untuk dibaca jika ingin mengetahui lebih detail pendudukan Jepang di Flores.

Bekas Landasan Pacu Bandara Jepang di Desa Tonggorambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT.

Photo :
  • Sevrin Waja

Membangun bandara

6 Cara Menjernihkan Pikiran ala Filsafat Timur

Wilayah Utara Flores dinilai ideal dijadikan benteng pertahanan. Bahkan berdasarkan catatan sejarah, selain bungker, tentara Jepang juga membangun bandara yang berlokasi di Tonggorambang.

Halaman Selanjutnya
img_title