Negara Hadir Saat Tulang Punggung Pergi
- Sevrin Waja
Nagekeo, NTT VIVA–Mentari sore turun perlahan di halaman samping rumah batako yang dindingnya belum diplester. Cahaya matahari berubah keemasan, memantul redup di permukaan keramik hitam dua pusara yang terletak sejajar persis di samping dapur.
Sembari membawa dua batang lilin putih di tangan, seorang wanita tua berlutut perlahan lalu duduk bersimpuh di depan dua makam kembar itu. Dia adalah Katarina Uko janda 70 tahun warga RT 02 Dusun 02, Desa Maukeli, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Dua makam itu merupakan tempat peristirahatan abadi dua orang terkasih Katarina yakni sang suami Aloysius Raga dan anak lelaki tertuanya Wilfridus Woghe yang meninggal di tahun yang sama pada 2023 lalu. Aloysius meninggal pada bulan Januari 2023 sedangkan 7 bulan berikutnya yakni pada pertengahan Agustus anaknya Wilfridus Woghe menyusul.
"Yang sebelah itu kuburan suami saya, kalau yang ini saya punya anak laki-laki, mereka dua Bapa-Ana meninggal di tahun yang sama, beda 7 bulan saja. Suami meninggal karena sakit sudah lama, kalau anak saya ini meninggal kecelakaan," ujar Katarina saat disambangi NTT VIVA, Sabtu,1 Oktober 2025.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ende-Mautapaga, Galih Raharjo
- Sevrin Waja
Dengan jemari yang berkeriput, ia menancapkan lilin satu per satu di tengah makam suami dan anaknya. Saat api kecil dari korek menyala, Ia menunduk dan menyalakan lilin itu. Cahaya temaramnya berkedip diterpa angin, namun nyala lilin tetap bertahan. Di antara dapur, sisa matahari, dan dua pusara senyap itu, suasana sore terasa hening, hangat, dan penuh rasa rindu yang tak dapat diucapkan.
Dengan mata berkaca-kaca, Katarina Uko mengisahkan hari-hari terakhir sang putera tercinta yang Ia sebut sebagai tulang punggung keluarga itu, pergi meninggalkan mereka untuk selamanya. Sang anak Wilfridus Woghe adalah aparat Desa Maukeli menjabat sebagai KAUR Perencanaan yang aktif bekerja mencari nafkah agar dapur tetap berasap.
Masih lekang dalam ingatan Katarina, pagi itu, pertengahan Agustus 2023 lalu, Wilfridus bangun pagi-pagi sekali, mandi lalu berpamitan untuk berangkat ke Mbay, Ibukota Kabupaten Nagekeo untuk menyelesaikan pekerjaannya sebagai seorang aparatur Desa.