Negara Hadir Saat Tulang Punggung Pergi

Eusabia Naja (57) ahli waris penerima jaminan kematian, warga Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo
Sumber :
  • Sevrin Waja

"Dia pamit bilang mau ke Mbay tapi dia tidak kasih tau ada urusan apa, dia hanya bilang pergi antar keponakannya ke sekolah," kenang Katarina.

img_title Menanti Hunian Sementara, Penyintas Gempa Nagekeo Terima Bantuan PDIP

Ilustrasi: Mobile BPJS Ketenagakerjaan.

Photo :
  • ANTARA/HO-BPJS Ketenagakerjaan

Tak pernah terlintas dalam benak Katarina bahwa hari itu menjadi pertemuan terakhirnya bersama Wilfridus yang akrab disapa Wilem itu. Sang ibu berharap anaknya akan pulang seperti biasa dengan tawa, cerita, dan langkah ringan yang memenuhi rumah. Namun yang datang justru kabar pilu menyayat hati, Wilem mengalami musibah kecelakaan lalu lintas sebelum sampai di Mbay.

img_title 15.916 Badan Publik di NTT, KI Ingatkan Masyarakat: Hak Informasi Bukan Hadiah Negara

"Orang tabrak dia, sempat dibawa ke Puskesmas tapi tidak bisa tertolong. Kami dengar kabar dia meninggal nanti sekitar jam 11 malam," ucap Katarina lirih.

Tulang Punggung Keluarga 

img_title Himapen Jakarta Bantu Penyintas Gempa, Sasar Kaum Rentan dan Korban dengan Kerusakan Masif

Pasangan Katarina Uko dan almarhum Aloysius Raga memiliki 6 orang anak, 3 laki-laki dan 3 perempuan. Dua anak perempuannya sudah menikah. Wilem merupakan anak laki-laki tertua dalam rumah. Pasca lulus kuliah Wilem sempat menganjadi menjadi guru di salah satu sekolah di Kabupaten Malaka, Pulau Timor. Namun, semenjak sang ayah sakit-sakitan, Ia kemudian resign, memutuskan pulang kampung, menjaga kedua orang tuanya. Wilem kemudian melamar menjadi Operator Desa Maukeli sejak tahun 2016 silam.

"Dia selalu bilang kasian dengan Bapa Mama, makanya dia pulang kerja jadi aparat Desa biar bisa urus jaga Bapa-Mama," ujar Katarina mengenang kembali ucapan anaknya sambil mengusap air mata.

Semenjak ayahnya jatuh sakit, tanggung jawab penuh menopang ekonomi keluarga ada di pundak Wilem. Ia bukan bukan sekedar mencari nafkah, tetapi penopang harapan banyak jiwa di bawah atap yang sama. 

Beban itu semakin bertambah ketika adik perempuannya yang sudah berkeluarga kembali ke rumah membawa serta tiga anaknya pasca berselisih paham dengan sang suami. Bagi Katarina, Wilem adalah tulang punggung keluarga yang tak hanya menafkahi, tetapi juga menjaga agar cinta, harapan yang senantiasa tetap ada.

"Mama tidak bisa omong lagi dia punya tanggung jawab dengan kami semua dalam rumah ini, semua kebutuhan dalam rumah, segala urusan semuanya ada di dia," ucap Katarina.

Halaman Selanjutnya
img_title