Cerita Relawan SPPG di Nagekeo: 'Dulu Jemur Panas, Kini Kerja di Ruangan AC'
- Sevrin Waja
Nagekeo, NTTVIVA-Suasana halaman dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu 23 February 2026 tampak lebih ramai dari biasanya.
Puluhan relawan SPPG tampak berkumpul usai melaksanakan kegiatan kebersihan lingkungan dapur yang merupakan kegiatan rutin di akhir pekan. Kegiatan tersebut dilakukan secara gotong royong sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan bersama, sekaligus mempererat kebersamaan antarrelawan.
"Baru selesai kegiatan kebersihan, tadi diawali dengan senam pagi, selanjutnya nanti ada evaluasi rutin untuk semua" ungkap Kepala Dapur SPPG, Adrianus Mengi saat disambangi NTTVIVA.
Andrian menjelaskan, dalam menjalankan tugasnya, 49 orang relawan tersebut terbagi dalam 5 divisi mulai dari Divisi persiapan bahan, pengolahan, pemorsian, pendistribusian hingga pencucian omprengan. "Rata rata dalam sehari mereka bekerja 8 jam, tergantung dengan menu yang akan dimasak, jika memang menunya membutuhkan pengolahan bahan lebih banyak, itu sedikit lebih lama" katanya
Dulu Jemur Panas, Kini di Ruang AC
Relawan SPPG yang bekerja di dapur SPPG Aeramo berjumlah 49 orang yang terdiri dari lima divisi. Mayoritas mereka adalah kaum perempuan, terutama ibu rumah tangga. Mereka terbagi dalam divisi pengolahan bahan, memasak, pengemasan, distribusi, serta kebersihan dan sanitasi.
Kepada NTTVIVA, para relawan mengaku senang mendapat kesempatan terlibat dalam program strategis Presiden Prabowo Subianto. Selain menerima upah rutin setiap 12 hari, mereka juga merasa terbantu karena kini bekerja di ruangan berpendingin udara dengan peralatan yang lebih tertata, berbeda dengan sebelumnya yang harus berpanas-panasan di sawah.
"Kalau dulu memang kerjanya di sawah, seharian penuh jemur panas, kalau sekarang tidak lagi kerja di dalam rumah tidak kehujanan atau kena panas lagi' ujar Justina salah satu relawan.
Mempekerjakan 49 orang relawan, Dapur SPPG Aeramo dinilai mampu menyerap tenaga kerja lokal, terutama perempuan dan ibu rumah tangga, sehingga turut membuka lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga di tingkat rumah tangga.
"Selain kerja di dalam rumah tidak panas-panasan, penghasilan juga lebih besar, lebih pasti' aku Anita Nena, relawan lainnya.