Custos Terrae Itu Telah Pergi: Mengenang Pater Marsel Agot
- Ist
Manggarai, VIVA NTT– Pater Marsel Agot SVD meninggal dunia pada Jumat, 17 April 2026, pukul 23.20 WITA. Imam senior berusia 76 tahun itu wafat di Rumah Sakit St. Rafael Cancar, Manggarai, Flores, NTT.
Kabar duka ini disampaikan secara resmi oleh Provinsial SVD Ruteng, Pastor Paulus Tolo, pada Sabtu pagi, 18 April 2026. Ia mengundang seluruh umat, para imam, biarawan/wati, dan keluarga untuk mendoakan keselamatan jiwa almarhum.
Jenazah Pater Marsel Agot disemayamkan di Kapela Komunitas St. Yosef Ruteng.
Kronologi Wafatnya Pater Marsel Agot
Menurut keterangan keluarga melalui Iren Surya, Pater Marsel mengalami sesak napas saat dalam perjalanan pulang ke Labuan Bajo, Manggarai Barat usai menghadiri acara keluarga di Wangkung, Kecamatan Ruteng, pada Selasa malam.
"Keluar dari Wangkung langsung mengalami sesak. Hanya berdua saja dengan sopir mau pulang ke Labuan Bajo. Sempat empat kali berhenti. Masuk persawahan Cancar, pater pingsan sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Cancar," jelas Iren di Kapela SVD Ruteng.
Dokter menduga penyebab kematian adalah serangan jantung.
Profil Singkat
Pater Marsel Agot lahir pada 2 Juni 1950 di Wela, Kecamatan Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Ia menyelesaikan pendidikan di Seminari Kisol pada tahun 1973.
Penahbisan imamatnya berlangsung di Golo Welu pada tahun 1983. Setelah ditahbiskan, ia melanjutkan studi teologi di Roma, Italia.
Sepulang dari Roma, ia mengabdi sebagai dosen di STKIP Ruteng, kini dikenal sebagai Universitas Katolik Santu Paulus Ruteng. Sejak tahun 2004 hingga akhir hayatnya, ia bertugas di SVD Labuan Bajo.
Pater Marsel juga dikenal sebagai seorang aktivis lingkungan yang mencintai bumi. Dengan aksi nyata menjaga kelestarian alam, ia menanamkan kesadaran ekologi di Labuan Bajo bersama organisasi pariwisata, giat menanam pohon dan ikut mendorong gagasan pariwisata inklusif.
Laudato si', Pater Marsel
Engkau telah hidup seturut seruan itu jauh sebelum Paus Fransiskus menuliskannya. Bumi mengenalmu sebagai sahabat, hutan menerimamu sebagai saudara, dan umat mencintaimu sebagai gembala.
Selamat jalan, Pater Marsel. Engkau telah menjadi custos terrae, penjaga bumi. Semoga benih yang engkau tanam terus tumbuh, dan hutan yang engkau jaga terus lestari menjadi saksi bisu pengabdianmu.