Studi Tiru DPRD Nagekeo 'Bonus' Ketua Karena Rajin: Benarkah Ada Anggota Dewan Malas?
- Sevrin Waja
Nagekeo, NTTVIVA- Kegiatan studi tiru 10 anggota DPRD Kabupaten Nagekeo ke luar daerah dijelaskan sebagai bentuk apresiasi (Bonus) pimpinan terhadap kinerja anggota, khususnya yang terlibat dalam Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Bupati Nagekeo tahun anggaran 2025.
Hal ini diakui oleh Ketua DPRD Nagekeo Safar Laga Rema setelah dikonfirmasi per telepon pada Jumat 24 April 2026. "Kalau yang hanya malas-malasan tidur di rumah ngapain, itu bentuk dari apresiasi pimpinan kepada anggota DPRD yang aktif" ujar Safar.
Safar Laga Rema menegaskan bahwa keberangkatan anggota DPRD ke Maumere dan Borong merupakan mandat resmi dari pimpinan lembaga dewan. Ia mengakui bahwa rombongan yang berjumlah sembilan anggota DPRD, ditambah satu pimpinan DPRD, merupakan bagian dari Panitia Khusus (Pansus).
Safar menjelaskan, penugasan mengikuti kegiatan studi tiru tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan (reward) atas kerja keras para anggota dalam menyukseskan tugas-tugas Pansus. Menurutnya, mereka dinilai layak menerima apresiasi dari pimpinan DPRD atas kontribusi tersebut. "Reward untuk anggota, Pansus kemarin sukses, luar biasa, mereka layak mendapatkan itu" katanya.
Bersangkutan dengan keputusan Ketua DPRD Nagekeo Safar Laga Rema yang memilih anggota dewan berkinerja baik melakukan perjalan dinas ke luar daerah mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan, salah satunya datang dari aktivitas Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).
GMNI menilai, kebijakan tersebut dapat menjadi motivasi positif bagi seluruh anggota DPRD agar lebih serius dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Ketua GMNI setempat menyebutkan bahwa selama ini penilaian terhadap kinerja wakil rakyat kerap tidak terukur secara jelas di mata publik. Karena itu, langkah pimpinan DPRD dinilai sebagai terobosan yang patut diapresiasi, sepanjang dilakukan secara objektif dan transparan.
“Ini langkah yang baik. Ada pesan moral bahwa kerja-kerja politik yang sungguh-sungguh akan mendapat penghargaan. Tapi tentu harus ada indikator yang jelas, agar tidak menimbulkan kecemburuan atau polemik di internal,” Ketua GMNI Nagekeo Dominikus Seke.
GMNI kata Dominikus juga menekankan pentingnya keterbukaan dalam menentukan kategori “berkinerja baik”. Menurut mereka, parameter seperti kehadiran dalam sidang, kontribusi dalam pembahasan perda, serta kedekatan dengan aspirasi masyarakat perlu dijadikan dasar penilaian.