Ketua STIE Karya Ruteng Dinilai Sebar Hoaks, Ini Fakta Sebenarnya Menurut Dosen LM
Dikatakan LM, sudah menjalankan tugas mengajar sesuai dengan jadwal yang tersedia. 14 kali pertemuan kelas sudah dilaksanakan dengan baik dan termuat atau tertulis dalam jurnal perkuliahan dosen.
Terhadap perubahan jadwal perkuliahan, kata LM, sudah diberitahukan dan dilaksanakan melalui kesepakatan dan persetujuan bersama Mahasiswa juga telah dikonfirmasikan dengan Staf Administrasi Prodi
"Tidak ada mahasiswa yang dirugikan oleh karena tidak adanya pertemuan tatap muka di kelas. Kewajiban saya sebagai dosen dalam mengajar sudah dilakukan dengan baik. Hal ini bisa ditanyakan kepada mahasiswa untuk mata kuliah yang saya ampuh," jelas LM.
Lagi dan lagi, pihak Yayasan dinilai melakukan diskriminasi. Perubahan jadwal perkuliahan tidak hanya dilakukan LM, tetapi juga dilakukan oleh dosen yang lain.
"Pergantian jadwal hari perkuliahan juga dilakukan oleh dosen yang lain. Anehnya, hanya saya yang dipersoalkan," ucapnya.
LM juga menjelaskan, pertemuan prodi secara rutin tidak dilaksanakan setiap minggu. Pertemuan prodi dilaksanakan sekali sebulan atau sama sekali tidak ada pertemuan, termasuk pertemuan yang sifatnya tentatif.
"Pertemuan prodi relatif ada yang saya ikut ada yang tidak. Dosen lain juga sama sebetulnya ada yang ikut ada yang tidak ikut dalam pertemuan," jelasnya.
Sanggahan Meninggalkan Tugas Tanpa Izin
LM membantah keras terkait keterangan yang menyebut keikutsertaannya menjadi anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Ruteng untuk Pemilu tahun 2024 tanpa Izinan kampus.
LM mengaku sudah mendapat izin dan persetujuan dari pimpinan kampus. Izinan tersebut termuat dalam surat izin atasan yang dimilikinya.
LM menjelaskan, dirinya pertama kali mengikuti seleksi Panwaslu pada tahun 2022. Saat itu, ia meminta dan mendapat persetujuan dari ketua STIE periode 2017-2023 yang dijabat Kristianus Risaldo Madur.
"Sebelum mengikuti seleksi, saya meminta izin kepada atasan. Izin tertulis Ketua STIE diberikan kepada saya," terang LM.
Pada Agustus 2023, pimpinan kampus STIE Karya diganti. Kampus STIE kemudian dipimpin oleh Bonefasius Berdi yang menjabat sebagai Ketua periode 2023-2024.
"Kepada Ketua STIE yang baru, saya datang temui, sampaikan secara izin lisan perihal keikutsertaan saya sebagai anggota Panwaslu," terangnya.
Berdasarkan hal tersebut, LM membantah pernyataan Ketua yang kini dijabat oleh Kirenius C.C Watang yang menyebut LM meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan.
"Saat Kirenius C.C Watang menjabat sebagai Ketua diakhir desember, tugas saya di Panwaslu sudah selesai," lanjut diterangkan LM.
LM menambahkan, selama menjabat sebagai Panwaslu, dirinya tetap menjalankan tugas pokok sebagai dosen dengan sangat baik di STIE Karya.