Wartawan Pukul Wartawan di Manggarai Timur, Polisi Jerat AK dengan Pasal Ini

Kapolres Matim
Sumber :
  • Istimewa

NTT VIVA - Polres Manggarai Timur menetapkan dua orang tersangka atas kasus penyerangan dan penganiayaan  Firman Jaya (FJ) seorang jurnalis di sebuah media online.

img_title Penanganan Gempa Flores di Manggarai Timur Masuk Fase Pemulihan, 10.140 Warga Masih Mengungsi

Dikabarkan terduga pelaku berinisial Adrianus Kornasen (AK) merupakan jurnalis dan juga pimpinan sebuah media online di Manggarai Timur dengan adiknya bernama Yohanes Jehaman Kornasen telah ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti melakukan penganiayaan terhadap FJ.

"Ya sudah tanggal 4 kami gelar tap TSK dan tanggal 5 kami Tap TSK," ungkap Kapolres Manggarai Timur, AKBP Suryanto.

img_title Jaksa Plin-plan, Edi Hardum Desak KPK Ambil Alih Kasus Jefrin Haryanto

Kapolres Manggarai Timur Mengungkapkan bahwa pemeriksaan kasus kekerasan yang melibatkan dua jurnalis itu harus melalui ketentuan KUHP.

"Kita sesuai aturan  KUHAP saja," ungkapnya.

img_title Curanmor di Ende Diciduk di Ruteng, Jatanras Bergerak dalam Satu Jam

Pihaknya tetap mengedepankan profesionalitas dalam mengurus perkara pidana yang melibatkan dua rekan media tersebut.

Ia juga menyebut alasan kedua tersangka belum ditahan. Menurut dia, sesuai KUHP pelaku ditahan setelah diperiksa sebagai tersangka.

"Selanjutnya sesuai KUHAP, Tanggal 8 kami periksa sebagai TSK," ungkap Kapolres Manggarai Timur via WhatsApp, Minggu 6 April 2025.

Menurut Kapolres Manggarai Timur, terduga pelaku diancam dengan pasal 21 ayat 1 KUHP dengan penjara paling lama 5 tahun 6 bulan.

Sementara, FJ mengatakan bahwa dirinya mengetahui penetapan tersangka terhadap kakak dan adik itu, setelah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) pada Sabtu malam, 5 April 2025.

“Sesuai SP2HP yang saya terima, sudah ada tersangka yaitu Adrianus Kornasen atau Andre dan adiknya, Yohanes Jehaman Kornasen atau On,” kata Firman.

Ia mengapresiasi Polres Manggarai Timur yang mengusut kasus itu secara serius hingga penetapan tersangka.

“Terima kasih kepada penyidik yang sudah bekerja keras memproses kasus ini hingga penetapan tersangka. Semoga ini jadi pelajaran ke depan agar tidak ada lagi kasus kekerasan seperti yang saya alami,” katanya.