Konsep Kembali ke Fitrah 5 Agama Besar: Mencari Makna Sejati

Matahari terbenam di atas gurun dengan Masjid di latar depannya
Sumber :
  • Freepik

NTT ViVa– Konsep kembali ke fitrah dalam lima agama besar memang berkaitan erat dengan pencarian identitas dan makna hidup di era modern. Manusia yang mencari makna sering kali justru terjebak dalam pencarian identitas eksternal—status sosial, kebangsaan, afiliasi politik, atau bahkan tren budaya—sehingga kehilangan esensi sejatinya.

Perkumpulan Dharmaputri Beri Pembekalan Ekonomi Rumah Tangga Pegawai Tetap

Mari kita telaah bagaimana konsep ini hadir dalam Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Chu, serta relevansinya dengan kehidupan modern.

1. Islam: Fitrah sebagai Kesucian dab Keaslian Diri

Dalam Islam, fitrah adalah keadaan alami manusia yang suci sejak lahir. Rasulullah bersabda: "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, lalu orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi." (HR. Bukhari & Muslim) Maknanya, manusia secara naluriah mengenal Tuhan, memiliki kecenderungan baik, dan mencari kebenaran. Namun, dalam kehidupan modern, pencarian identitas sering kali membelokkan manusia dari fitrah ini.

Eksplorasi Pantai-Pantai Menakjubkan di Nagekeo, Flores

Banyak yang mencari pengakuan di media sosial, mengejar materi, atau mengikuti ideologi tertentu tanpa memahami esensi diri. Kembali ke fitrah dalam Islam berarti kembali kepada ketauhidan, kesederhanaan, dan keseimbangan hidup yang tidak terjebak dalam pencarian identitas yang dangkal.

Ilustrasi persiapan Ramadan

Photo :
  • AI Freepik

2. Kristen: Kembali ke Kasih dan Iman Dalam Kekristenan

Halaman Selanjutnya
img_title
Viral! Video Content Creator Sebut Wartawan Bisa Dibungkam dengan Beras dan Minyak Goreng