Proyek HRS Rp5 Miliar Masuk KDP, Warga Menyoroti Kontraktor dan PPK

Pekerjaan minor proyek HRS di Manggarai tak selesai
Sumber :
  • Engkos Pahing

Manggarai, NTT ViVaProyek peningkatan jalan dari lapen menjadi HRS (Hot Rolled Sheet) ruas dari pertigaan Bandara Frans Sales Lega menuju Kelurahan Karot Kecamatan Langke Rembong masih menyisakan pekerjaan minor yang tak kunjung dikerjakan. Akibatnya, proyek senilai Rp5 miliar tersebut masuk dalam daftar KDP atau Konstruksi Dalam Pengerjaan. 

img_title Jalan HRS Watu Cie–Deno Berlumpur, Status Lab PUPR Mabar Diragukan

Pantau langsung NTT ViVa pada Rabu, 14 Januari 2026 memperlihatkan kondisi yang mengindikasikan bahwa proyek miliaran menyisakan  pekerjaan got dan bahu jalan yang seharusnya agregat masih berupa jalan berlumpur dan ditumbuhi rumput.

Klarifikasi PPK

img_title Material Jalan Watu Cie-Deno Matim Diklaim Lolos Uji Lab PUPR Mabar, Faktanya Berbeda

Menurut Citra A. Purwarini, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), peoyek tersebut dikerjakan oleh CV Sarana Karya Utama. 

Citra juga membenarkan bahwa pelaksana menyisakan 20 persen pekerjaan minor sehingga proyek ini selesai dengan progres 80 persen.

img_title Nama Nining Kembali Muncul di Proyek Jalan Rp2,3 M di Manggarai Timur

Selain itu, sejak kontrak berakhir, pelaksana berkewajiban melanjutkan pekerjaan yang kurang dan membayar denda.

"Ada nanti dendanya tunggu selesai pekerjaan," kata Citra.

Dia juga menambahkan, " Pembayaran dan fisik baru 80 persen."

Meskipun dikirimi pertanyaan tentang sumber pendanaan, jangka waktu kontrak, termasuk tanggal mulai dan berakhirnya proyek tersebut namun PPK Citra tidak menjelaskannya.

Meragukan Fungsi PPK 

Implikasi dari proyek yang terhenti ini, jelas tidak memberikan kepuasan bagi pengguna jalan akibat pekerjaan bahu jalan dan got yang belum rampung. 

Salah seorang warga kelurahan Satar Tacik, yang meminta namanya untuk tidak dimediakan mempertanyakan fungsi PPK yang bertanggung jawab atas kontrak proyek tersebut.

Hal yang ia kritisi mulai dari informasi pada papan tender yang sempat dipasang di jalan tersebut kontraknya berakhir pada 23 Desember 2025 lalu. Namun, hingga pertengahan Januari 2026 tak kunjung diselesaikan.

"Kemaren (14 Januari) saya dapat lihat di tendernya, masa kontraknya berakhir 23 Desember 2025 lalu, hingga kini belum selesai juga, masih proses pengerjaan," jelas sumber itu.

Hila, warga lain di lokasi proyek tersebut juga mengaku hal yang sama. Ia mengaku di depan rumahnya belum cor badan jalannya 

"Depan rumah saja ini mereka belum cor, saya juga tidak tau alasannya," ungkap Hila.