Komunitas Pulih Ruteng Resmi Diluncurkan, Ruang Pemulihan Kesehatan Mental Lintas Iman di Manggarai
- ViVa NTT/ Yohanes.M
Manggarai, VIVA NTT— Sebuah ruang baru bagi warga Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mendapatkan dukungan psikologis kini hadir di Ruteng. Komunitas Pulih Ruteng resmi diluncurkan pada Sabtu, 20 Juni 2026, sebagai wadah pendampingan kesehatan mental yang melibatkan tokoh lintas agama dan elemen masyarakat.
Digelar di Gedung Credit Union Florete, acara peluncuran Komunitas Pulih Ruteng menghadirkan sejumlah organisasi keagamaan, antara lain Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI), Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), serta Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI). Selain unsur keagamaan, acara ini turut diikuti perwakilan lembaga pendidikan, komunitas lokal, kalangan mahasiswa, mitra kerja, dan masyarakat umum dari berbagai kalangan.
Lahir dari Kebutuhan Akan Ruang Aman untuk Bercerita
Psikolog pendamping sekaligus Penanggung Jawab Komunitas, Apolinaria Bilo, menjelaskan bahwa Komunitas Pulih dibentuk atas kesadaran bahwa setiap orang menjalani perjalanan hidup yang berbeda-beda, mulai dari persoalan keluarga, pendidikan, relasi sosial, tekanan hidup, hingga pengalaman kehilangan.
Menurutnya, kemampuan bertahan menghadapi tekanan hidup dimiliki banyak orang, tetapi tidak semua orang memiliki tempat yang aman untuk menceritakan persoalannya dan mendapat dukungan yang tepat. Karena itu, kehadiran komunitas ini diharapkan dapat mendekatkan layanan pendampingan kepada masyarakat secara lebih menyeluruh, dengan mempertimbangkan konteks keluarga, budaya, dan lingkungan sosial masing-masing individu.
Acara launching Komunitas Pulih Ruteng, Sabtu, 20 Juni 2026
- VIVA NTT/ Yohanes. M
Apolinaria menambahkan, proses pemulihan membutuhkan pendekatan yang utuh dan kolaboratif, sehingga keterlibatan berbagai pihak, termasuk tokoh lintas agama, menjadi kunci penting dalam acara peluncuran tersebut. Kehadiran FKUB bersama organisasi keagamaan lain dimaknai sebagai simbol bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan nilai bersama yang mempersatukan, terlepas dari latar belakang agama maupun golongan.
Komunitas Pulih mengusung jargon “Bersama Kita Kuat, Bersama Kita Pulih” sebagai pengingat bahwa proses pemulihan tidak perlu dijalani sendirian. Melalui semangat tersebut, pengurus berharap dapat membangun ruang kolaborasi antara tenaga profesional, komunitas, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan tokoh agama demi mendukung kesejahteraan warga Manggarai secara lebih luas.
Launching Komunitas Pulih Ruteng, Sabtu, 20 Juni 2026
- VIVA NTT/ Yohanes. M