Di Bawah Kabut Ebulobo, OMK Wolosambi Gaungkan Gerakan Merawat Bumi
- Sevrin Waja
Nagekeo , NTTVIVA- Kabut perlahan turun menyelimuti Kampung Wisata Pajoreja di Desa Ululoga, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 20 Juni 2026 siang.
Kampung yang berada di kaki Gunung Ebulobo itu tampak teduh, dikelilingi hamparan kebun cengkeh, pala, kemiri, serta berbagai tanaman perkebunan lainnya. Gunung berapi Ebulobo menjulang tinggi di hadapannya, perlahan menghilang di balik kabut dan awan yang turun rendah.
Meski di tengah cuaca yang tidak bersahabat, ratusan orang muda Katolik dari 14 stasi se-Paroki St. Joane Baptista Wolosambi memadati lokasi untuk mengikuti pembukaan Wolosambi Youth Day VI. Area kampung wisata yang dihiasi ornamen budaya hingga umbul-umbul dipenuhi peserta yang datang dengan atribut khas masing-masing.
Kedatangan Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada, anggota DPRD Patrisius Bhoko, didampingi Pastor Paroki Wolosambi Rm. Arnoldus Jansen Triono, disambut meriah oleh kelompok penari adat yang menampilkan tarian penyambutan khas daerah.
Irama gong dan gendang berpadu dengan dentuman drum band yang mengiringi prosesi, menambah semarak suasana. Sorak-sorai peserta, sapaan adat (Bhea Sa) oleh kelompok penari, dan nuansa budaya yang kental menjadikan pembukaan Youth Day berlangsung meriah.
Di bawah kabut yang masih menyelimuti Pajoreja, semangat persaudaraan dan kebersamaan kaum muda tampak begitu hidup, menandai dimulainya rangkaian kegiatan tersebut.
Merawat Bumi Sebagai Rumah Kita Bersama
Semangat orang muda Katolik (OMK) yang memenuhi Kampung Wisata Pajoreja tidak hanya menjadi ajang perjumpaan dan persaudaraan. Wolosambi Youth Day XI tahun ini juga menjadi ruang refleksi bagi orang muda Katolik untuk semakin peduli terhadap persoalan lingkungan.
Mengusung tema “Merawat Bumi Sebagai Rumah Kita Bersama”, kegiatan tersebut mengajak peserta untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab iman.
Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada membuka kegiatan Wolosambi Youth Day.
- Sevrin Waja
Pelaksanaan Wolosambi Youth Day berlangsung selama enam hari ke depan yang meliputi beberapa item kegiatan mulai dari seminar budaya dan iman hingga olahraga.
“Kegiatan meliputi pembinaan rohani, perlombaan lima item, pertandingan empat item, aksi penghijauan, festival budaya dan aksi budaya, seminar budaya dan literasi keuangan,” ungkap Ketua Panitia Yohanes Raga Muja dalam laporannya.