Polemik Dugaan Pencemaran Nama Baik, Rino Riandi dan Kepsek SMAN 8 Tuntut Tanggung Jawab dari Yasni Daiman Hasiman
MANGGARAI TIMUR, VIVA – Kepala Sekolah SMAN 8 Borong, Salvinus Hadu akhirnya mendatangi kediaman Rino Riandi yang beralamat di Kampung Tenda, Ruteng pada 19 Maret kemarin.
Kedatangan Kepsek SMAN 8 bertujuan untuk mengklarifikasi tuduhan perselingkuhan dengan Herlina Elan, istri sah Rino Riandi yang dilaporkan Yasni Daiman Saik Hasiman, seorang ASN aktif di Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur yang juga merupakan mantan istrinya kepada keluarga Rino Riandi pada bulan Juli 2024 di Ruteng.
Alvin Hadu mendatangi kediaman Rino Riandi didampingi keluarganya yang berdomisili di Ruteng.
Pada kesempatan itu, Alvin menegaskan bahwa semua Hal yang disampaikan mantan istrinya, Yasni Daiman Hasiman Saik tidak sesuai fakta.
Alvin Hadu menyebut, pernyataan Yasni Daiman Hasiman yang melaporkan kejadian di Labuan Bajo bersama istri sah Rino Riandi adalah murni pencemaran nama baik dan dapat diproses secara hukum.
"Saya sudah buat klarifikasi secara resmi kepada keluarga besar Adik Rino bahwa saya waktu itu hanya sifatnya membantu ibu Elan karena dia tidak tau mau nginap dimana. Saya pun iklas membantu ibu Elan karena kami sudah berteman cukup lama. Kebetulan saat itu saya berada di Labuan Bajo untuk urusan pembayaran uang sekolah anak saya," terang Alvin.
Lebih lanjut Alvin menjelaskan bahwa dirinya pisah ranjang bersama Mantan istrinya Yasni Daiman berlangsung lama sebelum kejadian di Bajo.
"Jadi, Yasni ini menjadikan momen ini sebagai alasan agar kami bisa bercerai. Dia mengambil secara paksa barang-barang milik ibu Elan yang kebetulan saat itu barang saya juga ada titip di kamar hotel tempat ibu Elan menginap. Sampai saat ini barang itu belum saya ambil termasuk dompet yang berisikan uang tunai dan kartu ATM," pungkasnya menggunakan dialek Manggarai.
Alvin mengaku siap bertanggung jawab jika dipanggil Sebagai saksi dalam urusan selanjutnya.
Sebagai wujud permintaan maaf, dituduh mantan istrinya melakukan perselingkuhan dengan istri orang, dan agar masalah ini segera berakhir, Alvin Hadu berniat untuk mendatangi kediaman Rino Riandi bersama keluarganya dalam waktu dekat.
"Saya tulus untuk berdamai dengan Adik Rino. Saya bersumpah bahwa hal yang disampaikan Yasni Daiman itu tidak benar. Saya siap bertanggung jawab," tegasnya lagi.
Polisi Lakukan SP3 Kasus Pencemaran Nama Baik
Laporan keluarga Rino Riandi terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilayangkan di Unit Pidum Polres Matim kabarnya sudah ada Surat Pemberitahuan Penghentian Penyelidikan (SP3).
Laporan Pengaduan tersebut disampaikan Rino Riandi di Polres Matim merespon tuduhan perselingkuhan yang disampaikan Yasni Daiman Hasiman Saik terhadap Istrinya Herlina Elan dan dan Kepsek SMAN 8 Borong.
Rino menilai Yasni Daiman Hasiman telah melakukan pencemaran nama baik terhadap istrinya sebab klarifikasi yang disampaikan istrinya dan Kepsek SMA 8 BORONG tidak sesuai pengakuan Yasni.
Namun sayangnya, laporan pengaduan ini sudah di SP3 oleh Kanit Pidum setelah sebelumnya mengendap berminggu-minggu tanpa ada perkembangan.
Polisi Dinilai Tidak Profesional
Rino Riandi, pelapor atas kasus ini menilai penanganan Kanit Pidum Polres Matim dalam kasus ini tidak profesional.
Ia menyebut, Polisi harusnya memeriksa semua saksi yang ada, termasuk kedua orang tua dan orang yang datang bersama Yasni Saik saat mendatangi Kediamannya di Ruteng.
"Polisi mengatakan bahwa kasus perselingkuhan istri saya dan Pa Alvin itu benar terjadi berdasarkan Fakta persidangan dan surat keputusan perceraian Ibu Yasni dan Pa Alvin. Mereka malah menyarankan saya untuk lapor kejadian perselingkuhannya di Polres Mabar sesuai Lokus kejadian," kata Rino meniru pernyataan Kanit Pidum.
Rino juga mengaku kecewa lantaran Pihak Kepolisian tidak bisa memediasi persoalan tersebut.
"Harusnya Polisi mempertemukan saya dengan Yasni Saik dan Alvi Hadu sebelum memutuskan SP3. Ini seperti melakukan pembiaran terhadap persoalan yang sedang terjadi. Mereka dua (Alvin Hadu dan Yasni Saik) sudah resmi bercerai. Lalu saya bagaimana? Saya juga butuh kejelasan dan penyelesaian," tutur Rino dengan nada Kecewa.
Rino berkata, nama baik keluarganya menjadi buah bibir masyarakat sejak Yasni Daiman Hasiman Saik mendatangi kediamannya dan menceritakan perselingkuhan istrinya.
"Saya akan kejar terus Yasni Saik sampai persoalan ini benar-benar ada titik terang. Dalam waktu dekat saya akan mendatangi Kantor Bupati Manggarai Timur untuk mengadu persoalan ini di Bupati Matim karena Yasni berstatus ASN aktif di Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan Alvin Hadu (AH), Kepsek SMA 8 Borong, dengan Herlina Elan, seorang guru SMA di Kecamatan Lamba Leda Selatan.
Usai pemberitaan tentang dugaan perselingkuhan viral, keduanya akhirnya buka suara lewat klarifikasi yang kemudian salinannya diterima Media ini.
Salvinus Hadu membantah apa yang disampaikan mantan istrinya, Yasni Daiman Hasiman Saik tentang cerita perselingkuhan dengan Herlina Elan di Rumah Suami Herlina yang beralamat di Tenda, Kecamatan Langke Rembong, Ruteng.
"Saya menerangkan bahwa laporan itu sesungguhnya tidak seperti apa yang disampaikan oleh Ibu Yasni Daiman Hasiman Saik. Saya salvinus hadu pada kejadian itu hanya bersifat membantu Ibu Herlina Elan," tegasnya
Dalam klarifikasi itu menjelaskan bahwa, Salvinus Hadu berniat menolong Herlina untuk mencari penginapan di Kota Labuan Bajo, atas permintaan dari Herlina Elan.
Sekali Iagi Alvin menegaskan bahwa apa yang disampaikan Yasni Daiman Hasiman Saik tidak benar.
"Buktinya saya tidak berada bersama ibu herlina elan. Saya tidak ada di video kejadian itu," ujar Alvin.
Apa yang disampaikan Alvin Hadu sama persis yang dikatakan Herlina Elan. Elan membantah semua yang disampaikan Yasni Daiman Hasiman Saik kepada suaminya Yosep Mariano Riandi di Tenda Ruteng.
"Dengan ini saya mau menyatakan bahwa berkaitan dengan kejadian di Labuan Bajo, Sesungguhnya tidak seperti apa yang di ceritakan oleh Ibu Yasni ke Keluarga di Tenda Ruteng," tegasnya.
Herlina Elan dalam klarifikasinya mengaku didatangi Ibu Yasni Daiman Hasiman Saik di Hotel Mawar Labuan Bajo.
"Saya mendengarkan ketokan yang sangat keras dari luar pintu sambil teriak-teriak Ibu Elan perempuan pelacur dan Pak Alvin Suami saya, saya tau kalian berdua berada di dalam kamar ini, buka pintunya," ujar Elan dalam klarifikasinya meniru perkataan Yasni Daiman Hasiman Saik.
Ia mengaku sangat kaget dan Syok karena kedatangan Yasni Daiman Hasiman Saik, Istri Alvin Hadu, sambil menyalakan Video Camera di Handphone untuk merekam kejadian yang ternyata dalam kamar itu tidak ada siapa-siapa selain dirinya.
Herlina Elan bercerita bahwa Yasni Daiman Hasiman Saik tidak hanya menuduh dirinya selingkuh dengan suaminya di Kamar Hotel, tetapi merampas barang miliknya.
"Kofer dan Tas saya yang berisikan pakian dan Juga ijaza saya di Ambil/di rampas oleh Ibu Yasni," bebernya.
Media ini sudah menghubungi Pengacara Yasni Saik untuk meminta klarifikasi. Namun yang bersangkutan enggan memberikan komentar.
"Biar saja om," jawabnya singkat.